Leuhang: Tradisi Terapi Uap Relaksasi Masyarakat Sunda
- 28 Agt 2026 09:28 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung : Leuhang merupakan tradisi mandi uap rempah khas masyarakat Sunda yang diwariskan secara turun-temurun sebagai sarana menjaga kebugaran tubuh. Menggabungkan kearifan lokal dan kekayaan tanaman obat Nusantara, ritual tradisional ini berfungsi layaknya fasilitas sauna modern.
Masyarakat Parahyangan sejak dulu memanfaatkan metode ini untuk memulihkan stamina serta merelaksasikan pikiran yang penat setelah seharian melakukan aktivitas fisik yang berat. Proses pelaksanaan leuhang terbilang unik karena mengandalkan kesederhanaan bahan-bahan alami dari lingkungan sekitar.
Berbagai jenis tanaman herbal dan rempah pilihan seperti daun serai, pandan, sirih, jahe, temulawak, serta daun jeruk purut direbus bersamaan dalam sebuah wadah hingga menghasilkan uap pekat beraroma wangi. Penggunaan kombinasi rempah ini menjadi kunci utama yang membedakannya dengan metode penguapan biasa.
Ketika terapi dimulai, orang yang menjalani pengobatan akan duduk di atas kursi khusus dengan wadah uap diletakkan di bagian bawahnya. Seluruh tubuh, mulai dari batas leher hingga kaki, kemudian disungkup menggunakan kain tebal atau sarung agar uap panas tidak terbuang keluar.
Selama 15 hingga 30 menit, uap herbal hangat tersebut akan melingkupi tubuh dan memicu keluarnya keringat secara optimal. Sensasi panas yang membungkus tubuh berpadu dengan hirupan aroma terapi alami memberikan manfaat holistik bagi kesehatan fisik dan mental.
Uap hangat efektif merenggangkan otot-otot yang tegang, melancarkan sirkulasi darah, serta membantu proses detoksifikasi racun melalui pori-pori kulit. Selain itu, uap rempah yang terhirup juga sangat efektif melonggarkan saluran pernapasan dan meredakan efek stres harian.
Di tengah maraknya perawatan spa modern saat ini, leuhang tetap bertahan sebagai simbol kearifan lokal Sunda yang sangat bernilai. Tradisi ini membuktikan bahwa masyarakat tradisional telah lama memiliki sistem perawatan kesehatan mandiri yang alami, terjangkau, dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....