Warisan Leluhur: Tradisi Bekasem di Cirebon

  • 19 Agt 2026 21:59 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cirebon: Bekasem atau pekasam merupakan salah satu tradisi kuliner dan budaya sakral yang berakar kuat di Cirebon, khususnya di lingkungan Keraton Kasepuhan. Tradisi pengolahan serta fermentasi ikan ini telah dilestarikan secara turun-temurun sejak ratusan tahun silam dan erat kaitannya dengan sejarah penyebaran Islam.

Biasanya, ritual pembuatan bekasem dilaksanakan setiap tahun menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pembuatan hidangan khas ini melibatkan tahapan yang sarat akan nilai tradisi serta membutuhkan ketelitian tinggi dari para abdi dalem keraton.

Bahan utama yang digunakan adalah ikan pilihan berkualitas tinggi, seperti ikan marlin atau ikan laut lainnya. Ikan tersebut kemudian dibalur dengan racikan garam, gula merah, dan nasi matang sebagai media utama untuk memulai proses fermentasi alami.

Uniknya, ikan yang telah dibumbui tersebut dimasukkan ke dalam guci pusaka keramat yang telah berusia ratusan tahun. Guci-guci kuno ini disimpan khusus di bangsal keraton dan dijaga ketat agar proses fermentasi berjalan sempurna selama kurang lebih satu bulan.

Proses pembuatan tradisi ini juga sangat dijaga kesakralan, kebersihan, dan aturan adatnya. Rangkaian kegiatan selalu diawali dengan pembacaan doa bersama atau tawasulan guna memohon keberkahan serta keselamatan selama proses berlangsung.

Setelah masa fermentasi selesai, ikan bekasem akan dikeluarkan, dicuci bersih, dijemur, lalu diolah kembali untuk dimasak. Hidangan istimewa ini menjadi komponen wajib yang melengkapi sajian sakral dalam malam puncak tradisi Panjang Jimat di keraton.

Lebih dari sekadar teknik mengawetkan makanan tradisional, bekasem mencerminkan kearifan lokal, ketahanan pangan, dan identitas masyarakat pesisir Cirebon. Tradisi ini terus dijaga kelestariannya sebagai warisan budaya Nusantara yang sarat makna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....