Pesona Bangreng: Harmoni Tradisi Khas Sumedang

  • 14 Agt 2026 14:01 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Sumedang : Seni Bangreng merupakan salah satu kesenian pertunjukan tradisional Sunda yang tumbuh dan berkembang pesat di wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, serta daerah sekitarnya seperti Subang dan Majalengka.

Kesenian ini lahir dari perpaduan unik antara tarian pertunjukan dengan iringan musik terbang (rebana) dan waditra ketuk tilu atau terbang hejo. Nama "Bangreng" sendiri diyakini berasal dari gabungan kata terbang (alat musik rebana) dan ronggeng (penari), yang menggambarkan esensi utama dari bentuk pertunjukannya.

Dalam pementasannya, seni Bangreng menyajikan tarian rakyat yang komunikatif dan penuh keakraban antara penari dan penonton. Irama musik yang menghentak dari ketukan rebana, kendang, gong, dan terompet berpadu dengan nyanyian lagu-lagu buhun maupun populer.

Bagi masyarakat tempatannya, Bangreng memiliki fungsi sosial yang amat kuat melebihi sekadar tontonan visual dan hiburan malam. Kesenian ini sering kali dirayakan dalam acara hajatan, pesta panen raya, hingga syukuran adat sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME.

Melalui ruang interaksi yang terbuka dalam tarian, Bangreng menjadi wadah silaturahmi yang efektif untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga desa. Seiring berjalannya waktu, seni Bangreng terus beradaptasi dengan zaman tanpa menghilangkan identitas aslinya yang khas.

Penataan busana yang lebih menarik, variasi lagu pengiring, hingga kolaborasi dengan instrumen modern kini kerap dihadirkan untuk menarik minat generasi muda. Langkah inovatif ini terbukti ampuh menjaga eksistensi Bangreng agar tetap dilirik di tengah gempuran budaya luar.

Melestarikan seni Bangreng adalah bentuk nyata dari menjaga identitas kearifan lokal Sunda agar tetap bernapas lega. Dengan memberikan panggung dalam berbagai festival kebudayaan dan ruang edukasi, kita tidak hanya menyelamatkan tarian tradisional yang unik ini, tetapi juga merawat nilai kebersamaan dan warisan leluhur yang tak ternilai harganya bagi kebudayaan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....