Makna Meupeuskeun Kendi dalam Upacara Sawer Panganten Sunda

  • 30 Jul 2026 18:38 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung: Pernikahan adalah momen yang sangat bersejarah bagi setiap orang, terlebih adanya rangkayan adat tradisi yang banyak mengandung makna. Tradisi yang masih dilakukan dalam rangkayan Sawer Panganten Sunda adalah Meupeuskeun Kendi.

Bukan tanpa alasan alat yang digunakan dalam acara Meupeuskeu Kendi yang terbuat dari tanah liat. Makna tersebut menjelaskan bahwa manusia pun berasal dari tanah, sehingga tidak ada alasan bagi seseorang untuk bersikap angkuh atau merasa lebih tinggi dari orang lain.

Dikutip dari laman barudakjawabarat tentang “Tradisi Meupeuskeun Kendi Sunda” menjelaskan bahwa Tradisi mecah kendi dalam pernikahan adat Sunda (disebut juga dengan Meupeuskeun Kendi) adalah ritual yang dilakukan oleh kedua mempelai setelah upacara nincak endog untuk menunjukkan dimulainya pengabdian dan kesetiaan seorang istri kepada suami.

Selain itu, Meupeuskeun Kendi juga merupakan simbol penghancuran segala rintangan dalam rumah tangga. Meskipun belum ada informasi lengkap tentang asal usulnya secara khusus, ritual ini merupakan bagian dari prosesi adat yang sarat makna simbolis dalam merajut kehidupan rumah tangga.

Kendi yang dipecahkan, awalnya berisi air dari ritual nincak endog (menginjak telur) yang sebelumnya telah digunakan untuk membasuh kaki suami sebagai simbol ketaatan istri. Setelah itu, kemudian, kendi tersebut dipecahkan bersama oleh kedua mempelai.

Pecahnya kendi menandakan dimulainya pengabdian seorang istri kepada suaminya. Ritual ini juga menjadi pertanda bahwa pasangan akan senantiasa menghancurkan segala kerikil dan penghalang yang muncul dalam perjalanan rumah tangga mereka, seperti uji coba dan cobaan hidup.

Menurut beberapa catatan sejarah menyatakan bahwa ritual pecah kendi ini dilakukan pada masyarakat Kanekes, Sunda, dan telah dilakukan sejak lama sebagai bagian dari upacara daur hidup pernikahan adat Sunda. Meskipun ada kemiripan dengan tradisi di Jawa yang juga menggunakan kendi, namun makna di Sunda lebih menekankan pada pengabdian dan penghancuran rintangan rumah tangga bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....