Jejak Bangunan Bersejarah Era Kolonial di Bandung

  • 30 Jul 2026 16:55 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung: Bangunan-bangunan seperti Gedung Sate dan Kawasan Braga telah menjadi ikon kota dan pusat kegiatan publik. Gedung Sate, misalnya, digunakan sebagai ruang rekreasi dan acara, menciptakan memori kolektif bagi masyarakat modern.

Bandung memiliki banyak bangunan kolonial yang masih berdiri hingga saat ini, diantaranya yaitu Gedung Sate, Gedung Merdeka, dan lain-lain, yang mencerminkan bahwa bangunan-bangunan ini adalah pengaruh arsitektur Eropa pada masa kolonial. Tata ruang unik yang dimiliki Bandung yang merupakan perpaduan antara bangunan kolonial, modern, dan tradisional.

Dikutip dari laman Websait Resmi Kota Bandung tentang “Wisata Gedung Bersejarah Bandung” menjelaskan bahwa Gedung Sate pada Zaman Kolonial Belanda dikenal dengan nama bangunan Gouvernements Bedrijven disingkat "GB" atau Pusat Instansi Pemerintahan. Pada dinding fasade depan Gedung Sate terdapat ornamen berciri tradisional, seperti pada bangunan candi-candi Hindu.

Bukan hanya Gedung sate, gedung lain di Bandung yang memiliki nilai sejarah adalah Gedung Merdeka. Bangunan ini dirancang oleh Van Galen Last dan C.P. Wolff Schoemaker, yang keduanya adalah Guru Besar pada Technische Hogeschool (Sekolah Teknik Tinggi), yaitu ITB Pada masa pendudukan Jepang gedung ini dinamakan Dai Toa Kaman dengan fungsinya sebagai pusat kebudayaan.

Bangunan lainnya adalah Museum Kantor Pos yang dibangun tahun 1928-1931 ini semula berfungsi sebagai "Posten Telegraf Kantoor" (Kantor pos dan telegraf). Kini menjadi Kantor Pos Besar yang dikelola oleh PT. Pos Indonesia.

Arsiteknya J. Ven Gendt menerapkan gaya arsitektur modern fungsional (art-deco geometrik) yang dipadu dengan atap bangunan tropis. Di salah satu sudut bangunan ini pada tahun 1920-an dibangun sumur pompa untuk memberikan air bersih kepada penduduk kota.

Banyak masyarakat, termasuk komunitas seperti Sahabat Heritage Indonesia, berupaya melestarikan bangunan-bangunan ini sebagai cagar budaya. Mereka melihatnya sebagai "laboratorium arsitektur raksasa" yang menunjukkan sejarah panjang kota.

Bangunan kolonial dianggap sebagai bagian integral dari identitas dan karakter unik Kota Bandung. Keberadaan bangunan-bangunan ini menjadi ciri khas yang membedakan Bandung dari kota-kota lain di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....