Merawat Warisan Leluhur Melalui Ukiran wayang Golek
- 20 Jul 2026 14:52 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Bukan hal yang mudah untuk tetap melestarikan Wayang Golek, salah satu jenis Kesenian yang berasal dari Jawa Barat. Bukan hanya dari pergelarannya dan dalangnya, tetapi termasuk pengrajin Wayang Golek yang harus diupayakan ada regenerasi.
Salah satu pengrajin Wayang Golek yang masih aktif hingga saat ini adalah kang Hendar Yudiana, yang memiliki Rumah Produksi Hendarraut di daerah Ciparay, Kabupaten Bandung. Dalam acara Sorotan Sore di Programa 4 RRI Bandung Rabu 24 Juni 2026, Hendar menjelaskan perjalannya dalam memproduksi Wayang Golek.
Hendar mulai fokus menjadi pengrajin wayang golek sekitar tahun 1997. “Berawal dari hobi sejak masih kecil nonton pergelaran wayang golek, hingga mengoleksi wayang golek untuk dimainkan sendiri dan lama kelamaan belajar membuat wayang golek untuk koleksi sendiri dan banyak yang tertarik juga banyak yang memesan ingin dibuatkan wayang golek, akhirnya saya fokus menjadi pengrajin wayang golek hingga saat ini.”, dijelaskan Hendar.
Seiring berjalannya waktu Hendar merasa terpanggil untuk melestarikan wayang Golek dengan cara membuat wayang golek, karena hingga saat ini masih sangat kurang pengrajin Wayang Golek di Jawa Barat. ”Kebetulan saya berkecimpung di dunia pengrajin Wayang Golek, maka dari itu saya ingin terus melestarikannya berawal dari hobi yang hingga saat ini menjadi ladang penghasilan saya.”, lanjut Hendar.
Wayang Golek merupakan warisan budaya yang sangat penting untuk dijaga dan dilestarikan, karena sejak jaman dahulu menurut cerita dari leluhur secara turun temurun. “Menurut catatan sejarah yang bukan hanya dari satu sumber saja, wayang Golek merupakan salah satu media Dakwah, dan Itu yang membuat saya bangga dan tertarik untuk terus melestarikan, mengulik pembuatan Wayang Golek, agar konsumen terus tertarik kepada hasil karya Wayang Golek yang diproduksi oleh saya.”, lanjut Hendar.
Saat ini konsumen Wayang Golek produksi Hendar bukan hanya dari kalangan Dalang saja. “50 persen yang membeli wayang Golek ditempat saya bukan hanya Dalang, konsumen masyarakat biasa saja menyukai dan banyak yang memesan untuk cendramata atau hiasan dirumahnya.”, lanjut Hendar.
Dari sekian banyak karakter Wayang Golek yang paling banyak disukai dan dipesan adalah karakter Wayang Pandawa Lima, Gatot Gaca dan Panakawan. “Wayang-wayang karakter tersebut lebih populer karena sering dimainkan dalam pergelaran Wayang Golek”, lanjut Hendar.
Seiring berjalannya waktu ada perubahan bentuk Wayang Golek yang diproduksi oleh Hendar. “Dari tahun ke tahun saya selalu melihat perubahan Wayang Golek yang saya produksi, peningkatan dari bentuk dan kwalitas, hasil dari inspirasi, permintaan konsumen, meneliti dan berbagi ide produksi Wayang Golek lain yang diproduksi oleh kawan-kawan sesama pengrajin wayang Golek.”, lanjut Hendar.
Bagi Hendar Tidak mudah membuat satu buah Wayang Golek dalam satu hari. “Untuk membuat satu bagian kepala Wayang Golek saja membutuhkan waktu satu hari, karena konsumen saat ini banyak permintaan bentuk dan bahan masing-masing.”, lanjut Hendar.
Hingga saat ini, Hendar dibantu oleh anak-anaknya dalam memproduksi Wayang Golek. “Anak-anak saya sudah mulai bisa ikut membantu saya dalam membuat wayang, tetapi hanya bagian tangan dan badan, karena bagian kepala terlalu rumit pembuatannya jadi saya khusus membuat bagian kepala.”, lanjut Hendar.
Banyak masyarakat yang datang bukan hanya untuk membeli, tetapi juga ingin belajar membuat wayang Golek. “Masyarakat yang ingin belajar membuat Wayang Golek biasanya saya arahkan kepada Abah Uus, bapak saya yang masih aktif hingga saat ini dalam membuat Wayang Golek.”, lanjut Hendar.
Besar harapan Hendar akan adanya generasi penerus yang bisa membuat wayang Golek, karena saat ini tidak seimbang antara konsumen dan pengrajin wayang Golek. “Mudah-mudahan kedepannya semakin banyak generasi penerus pengrajin Wayang Golek yang lebih kreatif, agar bisa seimbang antara konsumen dan pengrajin sehingga kedepannya pengrajin Wayang Golek bisa terus lestari.” pungkas Hendar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....