Makna Tradisi Ngukus Parukuyan dalam Kebudayaan Sunda
- 27 Jun 2026 11:21 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Di dalam setiap tradisi ritual kebudayaan Sunda, banyak alat yang digunakan sebagai simbol yang sarat makna. Salah satunya Parukuyan yang digunakan dalam Tradisi Ngukus yang meruoakan tradisi kearifan lokal masyarakat Sunda.
Ngukus adalah tradisi membakar dupa atau kemenyan dengan menggunakan alas dari bahan tanah liat atau biasa disebut Parukuyan. Dikutip dari laman jurnal ULibrary Universitas Komputer Indonesia tentang "Perancangan Informasi Prosesi Ritual Ngukus (Bakar Kemenyan) Melalui Film Dokumenter", yang ditulis oleh Iman AR, Ricky (2021) .
Disana menjelaskan bahwa Prosesi ngukus sudah menjadi sebuah tradisi kebudayaan dan merupakan ajaran leluhur yang diturunkan dari generasi ke generasi, sekarang hanya dilakukan sebagai adat kebiasaan. Ngukus merupakan istilah yang digunakan masyarakat Sunda dalam kegiatan membakar kemenyan.
Berdasarkan fungsi dari prosesi ngukus (bakar kemenyan) adalah sebagai simbol untuk mengingat jasa leluhur dan dilakukan untuk menyampaikan doa kepada Yang Maha Kuasa untuk leluhur yang sudah meninggal. Permasalahan yang terjadi adalah dalam sebuah acara tradisi sekarang sudah mulai ditinggalkan dan hanya sedikit orang yang tahu maksud dan tujuan dilakukan prosesi ngukus tersebut.
Sebagian besar masyarakat tidak mengetahui maksud dan tujuan dilakukan prosesi ngukus dan menimbulkan berbagai sudut pandang baik negatif maupun positif. Di dalam jurnal tersebut juga dijelaskan kembali bahwa Tradisi ngukus memiliki akar yang dalam dalam kearifan lokal Sunda. Diantaranya adalah sebagai Media Doa.
Asap yang membubung ke atas melambangkan arah permohonan manusia yang dipanjatkan kepada Sang Pencipta. Kemudian sebagai Penghormatan Leluhur, dilakukan sebagai bentuk bakti dan mengenang jasa para pendahulu atau karuhun.
Kemudian juga sebagai Pembersihan Spiritual yang dipercaya dapat menciptakan suasana yang sakral dan membersihkan energi negatif di suatu lokasi atau selama prosesi adat berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....