Lisma Parade Art, Sebagai Pelestarian Budaya
- 16 Mei 2026 10:22 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Pagelaran Lisma Parade Art 2.0 Drama Musical “Lutung Kasarung” digelar dengan meriah dan penuh antusias dari para penonton yang berada di Gedung Lokantara Budaya RRI Bandung Sabtu 16 Mei 2026. Pementasan ini menghadirkan kisah legenda Sunda yang dikemas modern melalui perpaduan drama, musik, tari, dan tata panggung yang memukau para pengunjung.
Ketua pelaksana kegiatan, Noval, dalam sambutannya menyampaikan Drama Musical Lutung Kasarung ialah penutup rangkaian tour acara Lisma Parade Art 2.0. Dan diri juga mengucapkan terimakasih terhadap seluruh panitia dan peserta yang telah bekerja keras mempersiapkan acara tersebut.
Ia mengatakan pagelaran seni ini menjadi wadah generasi muda untuk terus melestarikan budaya daerah melalui karya kreatif dan inovatif. “Melalui Lisma Parade Art 2.0 ini kami ingin menunjukkan bahwa budaya lokal seperti cerita Lutung Kasarung masih sangat relevan dan bisa dikemas menarik untuk generasi sekarang,” ujar Noval.
Ia juga berharap kegiatan seni seperti ini dapat terus berkembang dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Pagelaran drama musikal tersebut turut menampilkan tata cahaya dan musik yang mendukung suasana setiap adegan sehingga membuat penonton terbawa emosi cerita.
Para pemain yang sebagian besar merupakan pelajar dan mahasiswa tampil percaya diri membawakan setiap dialog dan koreografi. Tidak hanya menjadi hiburan, kegiatan ini juga membawa pesan penting tentang nilai kesetiaan, kejujuran, dan perjuangan yang terkandung dalam cerita rakyat Lutung Kasarung.
Penonton terlihat menikmati jalannya pertunjukan hingga akhir acara dengan penuh antusias. Noval menambahkan bahwa persiapan acara dilakukan selama beberapa bulan dengan latihan rutin agar menghasilkan pertunjukan maksimal.
Menurutnya kerja sama seluruh tim menjadi kunci sukses terselenggaranya Lisma Parade Art 2.0 tahun ini. Acara tersebut juga menjadi ruang apresiasi bagi para seniman muda untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka di bidang seni pertunjukan.
Kehadiran para pendukung, keluarga pemain, dan masyarakat umum menambah semangat para penampil di atas panggung. Selain pertunjukan utama, panitia turut menghadirkan berbagai unsur pendukung seni modern yang dipadukan dengan budaya tradisional Sunda.
Konsep itu membuat pagelaran terasa lebih segar namun tetap mempertahankan nilai budaya lokal yang kuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....