Pagelaran Lutung Kasarung di RRI Bandung Angkat Nilai Kearifan Lokal Sunda
- 16 Mei 2026 10:27 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pagelaran teater “Lutung Kasarung” yang digelar di Auditorium Lokantara Budaya RRI Bandung, Sabtu 16 Mei 2026, menghadirkan kemasan pertunjukan yang berbeda dengan tetap mempertahankan ruh dan pesan moral cerita rakyat Sunda tersebut. Pementasan ini menggambarkan perjalanan di belantara lebat sebagai simbol pengasingan diri dari ego, ketamakan, dan kehidupan duniawi.
Dalam alur ceritanya, sosok guru minda atau guru spiritual sengaja menyamar menjadi hewan buruk rupa untuk menguji ketulusan hati manusia.
Ketua Dewan Pengawas LPP RRI, Anwar Mujahid Adhy Trisnanto mengatakan, kisah “Lutung Kasarung” memiliki nilai luhur yang relevan di tengah perkembangan zaman modern saat ini.
“ Saya berharap kita semua dapat menikmati ‘Lutung Kasarung’ dalam kemasan yang berbeda, namun dengan ruh yang tetap sama, yaitu mengajarkan tentang kesetiaan, kejujuran, keadilan, dan ketabahan hati. Nilai-nilai kearifan lokal inilah yang menjadi fondasi karakter bangsa yang harus terus kita gaungkan di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi dunia global,” ujar Anwar usai menyampaikan sambutan dalam pagelaran tersebut, digelar di Auditorium Lokantara Budaya RRI Bandung, Sabtu 16 Mei 2026.
Ia menuturkan, masyarakat patut bersyukur karena cerita yang awalnya berkembang melalui tradisi lisan dan teater tutur itu tidak punah. Menurutnya, keberadaan naskah “Lutung Kasarung” yang dibukukan oleh budayawan CM Leto pada tahun 1905 menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga warisan budaya Sunda.
Anwar menambahkan, saat ini kisah tersebut terus bertransformasi melalui berbagai eksplorasi seni modern tanpa meninggalkan esensi budaya yang terkandung di dalamnya. Sebagai lembaga penyiaran publik, kata dia, RRI memiliki mandat konstitusional tidak hanya sebagai media informasi dan hiburan, tetapi juga sebagai benteng pertahanan budaya bangsa.
“RRI berkomitmen penuh untuk terus mengangkat kearifan lokal dan menjadi motor penggerak dalam melestarikan budaya Nusantara. Pagelaran teater pagi ini merupakan bukti nyata bahwa RRI tidak pernah absen dalam memberikan ruang bagi ekspresi seni tradisional agar tetap hidup, berkembang, dan dicintai masyarakat,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Lingkung Seni Mahasiswa (Lisma) Universitas Pasundan dan RRI Bandung atas kolaborasi yang menghadirkan ruang aktualisasi budaya bagi generasi muda.
Sementara itu, Rektor Universitas Pasundan yang diwakili Kepala Biro Belmawabud, Iin Martina mengatakan, Lingkung Seni Mahasiswa merupakan organisasi kemahasiswaan yang berkomitmen memberikan ruang kreativitas, inovasi, dan pengembangan seni bagi mahasiswa.
“Kami selalu mendukung penuh kegiatan di unit kegiatan mahasiswa. Saya ingin memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada RRI Bandung dan Kepala Stasiunnya yang telah memberikan dukungan penuh sehingga kegiatan ini dapat berlangsung di gedung yang sangat representatif ini,” ucapnya.
Menurutnya, drama musikal “Lutung Kasarung” bukan sekadar tontonan, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya Sunda yang merupakan kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Ia menilai, drama tersebut mengandung nilai-nilai penting seperti kejujuran, kepercayaan, dan kebajikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Alhamdulillah, kita berkumpul dalam kegiatan unit kegiatan mahasiswa di lingkungan Universitas Pasundan, yaitu Lingkung Seni Mahasiswa. Kegiatan ini merupakan program unggulan tahunan dan tahun ini kami mengadakan Lisma Parade Art sebagai rangkaian acara untuk memperkenalkan berbagai kesenian, baik seni modern maupun drama musikal,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....