Didukung Pemengaruh, Payung Geulis Kota Tasikmalaya Siap Mendunia
- 09 Mei 2026 18:52 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Keberadaan dan keindahan payung geulis kembali dibangkitkan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Kali ini, sejumlah pengaruh nasional, hadir dan berkunjung langsung ke sentra payung geulis di Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Sabtu 9 Mei 2026.
Wakil Ketua Dekranasda Kota Tasikmalaya Rani Permayani Diky Candra beserta kepala KUMKM Perindag Sofyan Zaenal Muttaqin turut mendampingi pemengaruh ini. “Alhamdulillah kita mendapat kunjungan pemengaruh nasional. Kita kenalkan dengan payung geulis. Mudah- mudahan payung geuli bisa terekspose dan dikenal lebih luas,” kata Rani.
Dalam kunjungan tersebut, para pemengaruh ini mendapat pemaparan sejarah payung geulis dari Sandi, yang merupakan keturunan salah seorang pendiri produk payung geulis. Payung geulis sendiri, adalah payung tradisional khas Tasikmalaya, Jawa Barat, yang mulai diproduksi sekitar tahun 1923-1930 an di Panyingkiran, Indihiang, oleh tokoh lokal bernama H. Muhyi.
Payung geulis, awalnya digunakan sebagai pelindung panas dan hujan. Dan pada masa lalu dikenal sebagai payung siem atau kertas. Namun payung geulis yang dahulu dimanfaatkan atas kegunaannya melindungi dari panas dan hujan, kini berfungsi sebagai ikon budaya, dekorasi, kerajinan tangan,dan sebagai cendera mata bernilai estetis tinggi.
Bahkan sempat tembus ke pasar eropa sekitar tahun 1968-1995.
“Itu masa keemasan payung geulis. Lalu meredup seiring krisis moneter tahun 1996,” ujar Rani.
Payung geulis sudah diakui sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2022.
Rani berharap, dengan kedatangan para pemengaruh ini, dapat membantu promosi payung geulis, sehingga payung geulis kembali mendunia.
Dalam kunjungan ke sentra payung geulis, Rani juga didampingi duta Dekranasda Jawa Barat Salzha Aulia Putri. Dalam kesempatan tersebut, Rani dan para pemengaruh melukis payung geulis dibimbing pelukis senior Mak Hasanah.
Para pemengaruh yang berkunjung adalah
Alya Rohali , Fahril Nur, Hafid Kurniawan,
Mizaan Zundulloh, Reza Aulia Pradipta,
Stena Wakkary, Christin Wijaya, Farah Amalia, Sandy Pratama dan Putu Sutha.
Sedangkan, tidak hanya menerima kunjungan para pemengaruh, Rani juga mengunjungi dan memberi dukungan terhadap pameran Qris Unsil Tasik Half Marathon (UTHM) di kampus 2 unsil Mugarsari .
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....