Ngarak Posong: Tradisi Syukur Pembudidaya Belut Cibeber

  • 05 Mei 2026 10:45 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cianjur - Kesenian Ngarak Posong merupakan tradisi unik yang lahir dari kearifan lokal masyarakat agraris, khususnya para pembudidaya belut di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. Tradisi ini bukan sekadar hiburan jalanan, melainkan wujud rasa syukur kolektif atas hasil panen belut yang melimpah di wilayah tersebut.

Nama "Posong" sendiri merujuk pada alat tradisional penangkap belut yang menjadi ikon utama dalam setiap arak-arakan yang digelar oleh warga. Sebagai elemen sentral, replika Posong raksasa diarak keliling kampung dengan visual yang jenaka, sering kali digambarkan memiliki wajah ompong dan ekspresi yang menghibur.

Bagi para pembudidaya di Cibeber, bentuk yang unik dan "kosong" ini melambangkan wadah yang siap menampung rezeki dari alam. Properti yang digunakan biasanya memanfaatkan bahan-bahan alam sisa pertanian, mencerminkan kedekatan mereka dengan lingkungan persawahan tempat belut berkembang biak.

Dalam pelaksanaannya, iring-iringan Ngarak Posong di jalanan Cibeber selalu diramaikan oleh tabuhan musik tradisional yang ritmis dan energik. Warga sekitar tumpah ruah ke jalan, menari bersama mengikuti gerakan replika Posong yang meliuk-liuk layaknya belut di dalam air.

Suasana kebersamaan ini memperkuat ikatan solidaritas antar petani, sekaligus menjadi ajang bertukar doa agar musim panen berikutnya tetap memberikan hasil yang melimpah. Secara filosofis, tradisi ini mengajarkan pentingnya menjaga ekosistem sawah dan pengairan di Cianjur agar populasi belut tetap terjaga.

Para pembudidaya percaya bahwa dengan merayakan hasil bumi melalui seni, mereka sedang menghormati alam yang telah memberi penghidupan bagi keluarga mereka. Pesan tentang kejujuran dan kesederhanaan yang tersirat dalam karakter Posong menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap rendah hati dan bersyukur atas setiap rezeki yang diterima.

Saat ini, Ngarak Posong telah berkembang dari tradisi lokal Cibeber menjadi atraksi budaya unggulan yang mengharumkan nama Cianjur di kancah nasional. Pemerintah daerah terus mendorong agar identitas khas pembudidaya belut ini tetap lestari dan dikenal oleh generasi muda melalui festival-festival budaya tahunan.

Dengan mempertahankan ritual ini, masyarakat tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memastikan semangat agraris yang menjadi jati diri Cianjur tetap hidup dan bersinar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....