Kecanduan Game Ancam Kesehatan Mental

  • 30 Apr 2026 18:16 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Penggunaan perangkat digital secara berlebihan berpotensi menimbulkan kecanduan yang berdampak pada kesehatan mental, emosional, hingga kualitas hidup seseorang di era modern.

Melansir dari kanal YouTube PsikoNomics yang tayang Selasa 27 April 2026, dijelaskan bahwa kecanduan permainan digital atau game dipicu oleh pelepasan hormon dopamin di otak yang memberikan rasa senang secara instan. Kondisi ini membuat aktivitas digital terasa lebih menarik dibandingkan kegiatan alami seperti makan atau berinteraksi langsung dengan orang lain.

Dalam tayangan tersebut disebutkan, individu yang mengalami kecanduan game berisiko kehilangan waktu hingga bertahun-tahun akibat kebiasaan digital yang tidak produktif. Selain itu, paparan stimulasi digital yang terus-menerus juga dapat menurunkan kemampuan pengambilan keputusan serta memicu mati rasa emosional. Dampaknya, aktivitas di dunia nyata terasa lebih berat dan kurang menarik.

Tidak hanya itu, industri teknologi disebut turut berperan dalam memperkuat kecanduan melalui desain aplikasi yang dirancang secara khusus. Mulai dari warna, suara, hingga sistem penghargaan digital dibuat untuk mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin.

Untuk mengatasi hal tersebut, terdapat beberapa strategi sederhana yang dapat diterapkan. Salah satunya dengan memindahkan aplikasi yang sering digunakan ke bagian tersembunyi agar mengurangi akses instan. Selain itu, metode “aturan lima menit” juga dianjurkan, yaitu mengalihkan keinginan membuka gawai dengan melakukan aktivitas produktif selama lima menit.

Pendekatan lain yang disarankan adalah membiasakan diri menerima rasa bosan tanpa langsung mencari distraksi digital. Kondisi ini dinilai dapat memicu kreativitas serta meningkatkan refleksi diri.

Dengan pengelolaan waktu layar yang baik, seseorang dapat memperoleh berbagai manfaat seperti kualitas tidur yang lebih baik, peningkatan interaksi sosial, serta kemampuan menikmati aktivitas sederhana di dunia nyata.

Sebagai penutup, tayangan tersebut mengajak masyarakat untuk melakukan detoks digital secara bertahap dan konsisten. Kebahagiaan sejati, disebutkan, lebih mudah ditemukan melalui pengalaman nyata dibandingkan ketergantungan pada layar digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....