Kenali Post Holiday Blues setelah Liburan Panjang

  • 27 Mar 2026 14:41 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID,Bandung - Euforia liburan panjang sering kali menyisakan cerita berbeda saat hari pertama kembali beraktivitas dimulai. Alih-alih segar dan bersemangat, sebagian orang justru merasakan hampa, lelah, hingga kehilangan motivasi, sebuah kondisi yang dikenal sebagai post holiday blues (PHB).

Fenomena ini telah dikaji dalam penelitian berjudul “Post Holiday Blues: Studi Komunikasi Terhadap Gejala Psikologis Pasca Libur Panjang” yang dipublikasikan melalui platform ilmiah ResearchGate. Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa PHB merupakan respons psikologis yang muncul akibat perubahan suasana dari kondisi santai menuju rutinitas yang lebih terstruktur dan penuh tuntutan.

Penelitian itu juga menyoroti bahwa ekspektasi tinggi terhadap liburan menjadi faktor penting yang memicu munculnya PHB. Ketika realitas tidak seindah bayangan atau waktu liburan terasa terlalu singkat, individu rentan mengalami ketidaksesuaian emosional yang berujung pada stres ringan hingga penurunan suasana hati.

Tak hanya itu, kontras antara suasana liburan dan rutinitas kerja juga memperparah kondisi ini. Perubahan mendadak dari kebebasan menuju tekanan pekerjaan membuat individu membutuhkan waktu adaptasi, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas interaksi sosial.

Psikolog Dian Wisnuwardhani, turut menjelaskan fenomena ini dalam artikel resmi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Ia menyebut, “Post holiday blues mencakup perasaan sedih, kesepian, kelelahan, kekecewaan, hingga kelesuan setelah liburan berakhir,” yang dalam beberapa kasus dapat mengganggu semangat individu untuk kembali bekerja.

Lebih lanjut, Dian menambahkan bahwa kondisi ini juga dapat memicu perilaku seperti menunda pekerjaan dan sulit berkonsentrasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa PHB tidak hanya berdampak secara emosional, tetapi juga memengaruhi performa individu dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa post holiday blues bukan kondisi yang permanen dan dapat diatasi dengan pendekatan yang tepat. Mengatur transisi secara bertahap, menjaga keseimbangan aktivitas, serta membangun komunikasi yang positif menjadi kunci agar individu dapat kembali beradaptasi dan memulihkan energi setelah liburan usai.

(Penulis : Ajeng Giri Anjani)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....