Benjang Kesenian Jawa Barat, Dipentaskan ditengah Kuliner Buka Puasa
- 17 Mar 2026 09:11 WIB
- Bandung
Poin Utama
- Kemeriahan berburu takjil di sejumlah sudut Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kemeriahan berburu takjil di sejumlah sudut Bandung salah satunya di kawasan Sindanglaya Cimenyan semakin semarak dengan hadirnya kesenian tradisional Benjang yang dipentaskan di tengah deretan kuliner berbuka puasa. Pertunjukan ini menarik perhatian pengunjung yang datang bukan hanya untuk berburu takjil, tetapi juga menikmati warisan budaya Sunda yang jarang terlihat di ruang publik modern.
Dentuman kendang dan alunan musik tradisional mengiringi gerakan para pemain Benjang yang tampil penuh semangat di tengah keramaian bazar Ramadan. Penonton yang sedang memilih makanan kerap berhenti sejenak untuk menyaksikan atraksi seni yang memadukan unsur bela diri, tari, dan ritual tradisi tersebut.
Kiara warga desa Mekarmanik, Arcamanik Sindanglaya, mengatakan daya tarik kesenian benjang ini mampu membuat pengunjung merasa terhibur, sembari menunggu berbuka puasa."Seru sih sambil berburu takjil disini, juga dihibur benjang jadi engga kerasa buat nunggu buka puasa"ucapnya kepada RRI, Selasa 17 Maret 2026.
Aroma berbagai hidangan khas Ramadan seperti kolak, gorengan, hingga minuman segar bercampur dengan suara sorak penonton di sekitar panggung sederhana. Suasana ini menciptakan pengalaman berbeda bagi pengunjung yang merasakan perpaduan antara wisata kuliner dan hiburan budaya.
Beberapa pedagang mengaku kehadiran pertunjukan Benjang membuat lapak mereka lebih ramai dibanding hari biasa. Banyak pengunjung yang sengaja datang lebih awal untuk mendapatkan makanan sekaligus menonton pertunjukan tradisional tersebut.
Kesenian Benjang sendiri dikenal sebagai seni tradisional yang berasal dari wilayah Ujungberung dan telah berkembang sejak lama di tengah masyarakat Sunda. Seni ini awalnya merupakan bentuk latihan bela diri yang kemudian berkembang menjadi pertunjukan rakyat yang sarat nilai budaya.
Di tengah arus modernisasi, kehadiran Benjang di bazar Ramadan dianggap sebagai upaya menjaga tradisi agar tetap dikenal generasi muda. Banyak anak-anak terlihat antusias menyaksikan pertunjukan sambil menikmati jajanan yang dibeli dari pedagang sekitar.
Para penggiat seni berharap kegiatan seperti ini terus digelar agar kesenian daerah tidak hanya tersimpan dalam sejarah. Bazar Ramadan pun menjadi ruang baru bagi budaya lokal untuk tampil di hadapan masyarakat luas.
Perpaduan kuliner dan kesenian tradisional ini menjadikan suasana Ramadan terasa lebih hidup dan penuh warna. Pengunjung pulang tidak hanya membawa makanan berbuka, tetapi juga kenangan menyaksikan seni Benjang yang menghangatkan suasana malam Ramadan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....