Karinding Alat Musik Tradisional Ratusan Tahun Lalu, Begini Penjelasannya
- 05 Mar 2026 06:31 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung : Karinding merupakan alat musik tradisional khas Sunda yang memiliki bentuk sederhana namun kaya makna. Alat musik ini dimainkan dengan cara ditempelkan di bibir lalu dipukul perlahan hingga menghasilkan getaran suara unik.
Seperti dikutip dari laman Disbudpar Kota Bandung Kamis 5 maret 2026, secara historis, karinding telah dikenal masyarakat Sunda sejak ratusan tahun lalu. Awalnya alat ini digunakan sebagai sarana hiburan sekaligus media komunikasi di lingkungan pedesaan.
Nama karinding dipercaya berasal dari kata “ka” yang berarti sumber dan “rinding” yang berarti bunyi. Makna tersebut merujuk pada sumber bunyi yang berasal dari getaran tipis bambu atau pelepah aren.
Pada masa lalu, karinding sering dimainkan oleh para petani di sawah. Bunyi getarannya dipercaya dapat membantu mengusir hama tanaman tanpa merusak lingkungan.
Karinding biasanya dibuat dari bambu pilihan atau pelepah pohon aren yang telah dikeringkan. Proses pembuatannya memerlukan ketelitian agar menghasilkan suara yang nyaring dan stabil.
Dalam perkembangannya, karinding tidak hanya dimainkan secara tradisional, tetapi juga dikolaborasikan dengan alat musik modern. Inovasi ini membuat karinding kembali dikenal oleh generasi muda.
Di berbagai komunitas seni Sunda, karinding sering ditampilkan dalam pertunjukan budaya. Kehadirannya menjadi simbol kesederhanaan sekaligus kearifan lokal masyarakat Sunda.
Asal usul karinding menunjukkan bahwa alat musik sederhana pun dapat memiliki nilai sejarah dan filosofi mendalam. Hingga kini, karinding tetap dilestarikan sebagai bagian penting dari warisan budaya Nusantara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....