Dewi Gedeng Permoni, Raksasa Perempuan dalam Cerita Wayang

  • 28 Feb 2026 15:48 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung -Dalam Kesenian Sunda, Wayang Golek merupakan salah satu jenis kesenian yang masih eksis disukai oleh masyarakat hingga saat ini. Bukan hanya daya tarik dari penampilan Dalang, Sinden, Panayagan saja, tetapi dari cerita-cerita atau lakon yang dibawakan oleh Dalang yang banyak mengandung pengajaran dalam hidup dari setiap tokoh Wayangnya.

Dewi Gedeng Permoni adalah salah satu tokoh dalam cerita wayang, seorang Raseksi (raksasa perempuan) yang memiliki watak angkuh, kejam dan menakutkan. Dikutip dari laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia tentang “Dewi GEDENG PERMONI/ BETARI DURGA Wayang golek Sunda”, Perkawinan Batara Guru dengan Dewi Uma yg cantik tidaklah harmonis yg diharapkan dan berakhir dengan mengakibatkan Batara Guru bertaring panjang dan Dewi Uma menjadi raseksi (Raksasa wanita).

Mereka berdua saling menyesal dan Batara Guru merasa Dewi Uma yg telah berubah menjadi raseksi tidak lagi pantas sebagai istrinya. Maka ditukarlah badan jasmani Dewi Uma dgn Dewi Gedeng Permoni yg sangat cantik tetapi berambisi serta berkeinginan hanya mau menikah dgn raja dewa, yakni Batara Guru.

Jiwa Dewi Gedeng Permoni dimasukkan ke tubuh Dewi Uma yg telah berwujud raseksi dan diberi nama Betari Durga. Kelak Betari Durga diperistri oleh Batara Kala, selanjutnya pasangan itu serta turunannya berupa raksasa selalu berbuat onar dimarcapada atau dunia.

Mereka diberi kekuasaan dihutan Setra Ganda mayit untuk memerintah para jin, iblis, banaspati, gandarwa dan mahluk halus jahat lainnya. Watak Batari Durga sangat jahat karena ia mengemban tugas menggoda orang yang baik budi.

Dalam pewayangan, bentuk atau wanda Batari Durga ini dinamakan wanda Rangkung. Meskipun digambarkan buruk, dalam beberapa mitologi (seperti Sudamala), ia adalah perwujudan kekuatan kodrati yang akhirnya diruwat kembali menjadi bidadari.

Sedangkan dalam cerita Sudamala, Batari Durga berhasil diruwat oleh Raden Sadewa, bungsu pandawa. Kemudian ia kembali menjadi Bidadari yang cantik dan pulang ke Tinjomaya, tempat bersemayamnya para bidadari kahyangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....