Wayang Mulai Menghadapi Ancaman Kepunahan

  • 26 Feb 2026 04:51 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung : Wayang dinilai mulai menghadapi ancaman kepunahan di tengah arus modernisasi dan perubahan minat generasi muda. Kesenian tradisional ini semakin jarang dipentaskan secara rutin dibandingkan hiburan digital yang lebih praktis dan cepat diakses.

Dikutip dari laman nationalgeographic.grid.id, Kamis, 26 februari 2026, ada 75 jenis wayang yang hampir punah padahal sebagai warisan budaya yang telah diakui oleh UNESCO, wayang memiliki nilai filosofi dan sejarah yang mendalam. Pengakuan tersebut menegaskan pentingnya pelestarian wayang sebagai identitas budaya bangsa.

Di daerah seperti Yogyakarta dan Surakarta, masih melakukan pertunjukan wayang dengan rutin digelar dalam acara adat maupun peringatan tertentu. Namun, frekuensinya tidak sebanyak beberapa dekade lalu ketika wayang menjadi hiburan utama masyarakat.

Minimnya regenerasi dalang menjadi salah satu tantangan serius. Profesi dalang dianggap membutuhkan dedikasi tinggi serta waktu belajar yang panjang.

Selain itu, perubahan pola konsumsi hiburan membuat generasi muda lebih memilih tontonan berbasis gawai. Durasi pertunjukan wayang yang panjang juga dinilai kurang sesuai dengan gaya hidup serba cepat saat ini.

Meski demikian, sejumlah komunitas dan sekolah seni terus berupaya melakukan inovasi. Wayang mulai dikemas dalam format lebih singkat dan dipadukan dengan teknologi digital untuk menarik minat anak muda.

Pemerintah daerah perlu turut mengadakan festival dan lomba pedalangan sebagai bentuk dukungan. Kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap seni tradisi.

Ancaman kepunahan wayang bukan hanya soal berkurangnya penonton, tetapi juga soal keberlanjutan nilai budaya yang diwariskan turun-temurun. Karena itu, kolaborasi antara seniman, pemerintah, dan generasi muda menjadi kunci agar wayang tetap hidup di era modern.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....