Peninggalan Majapahit, Bukti Kejayaan Nusantara

  • 28 Feb 2026 13:17 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung: Kerajaan Majapahit dikenal sebagai kerajaan Hindu terbesar di Nusantara yang mencapai puncak kejayaan pada abad ke-14 di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada. Kejayaan tersebut tidak hanya tercatat dalam kisah sejarah, tetapi juga dibuktikan melalui berbagai peninggalan yang masih dapat disaksikan hingga kini.

Informasi tersebut dilansir dari kanal YouTube Halo Edukasi yang mengulas sejumlah bukti peninggalan Majapahit berupa candi, prasasti, dan kitab berbahasa Jawa Kuno yang sarat nilai sejarah.

Salah satu peninggalan penting adalah Candi Bajang Ratu yang terletak di Trowulan, Mojokerto, wilayah yang diyakini sebagai pusat pemerintahan Majapahit. Bangunan berbentuk gapura tinggi ini disebut-sebut dibangun untuk mengenang wafatnya Raja Jayanegara dan kini menjadi destinasi wisata sejarah yang ramai dikunjungi.

Masih di kawasan yang sama, terdapat Candi Brahu yang menurut sejumlah sumber digunakan sebagai tempat pembakaran jenazah raja-raja Majapahit. Struktur bangunannya sederhana namun berukuran besar, mencerminkan fungsi sakralnya pada masa lampau.

Sementara itu, Candi Penataran di Blitar dikenal sebagai kompleks candi Hindu terbesar di Jawa Timur. Relief yang menggambarkan kisah Ramayana dan Kresnayana memperlihatkan tingginya nilai seni serta peran penting candi sebagai pusat kegiatan spiritual masyarakat saat itu.

Keunikan arsitektur juga tampak pada Candi Sukuh yang berada di lereng Gunung Lawu. Bentuknya menyerupai punden berundak dan memiliki karakter berbeda dibandingkan candi-candi lain di Jawa, menunjukkan keragaman budaya pada masa Majapahit.

Selain itu, Candi Tikus merupakan bangunan berbentuk kolam pemandian yang dahulu berfungsi sebagai tempat penyaluran air. Nama uniknya berasal dari kondisi awal penemuannya yang dipenuhi tikus.

Dari sisi prasasti, Prasasti Kudadu menceritakan pelarian Raden Wijaya ke Desa Kudadu dan penghargaan berupa tanah bebas pajak yang diberikan kepada penduduk setempat setelah ia menjadi raja. Kisah tersebut menunjukkan nilai balas budi yang dijunjung tinggi dalam pemerintahan Majapahit.

Kemudian Prasasti Waringin Pitu memuat aturan administrasi pemerintahan dan menyebutkan sejumlah wilayah bawahan, termasuk kepemimpinan perempuan di beberapa daerah. Hal ini menjadi indikasi bahwa sistem pemerintahan Majapahit telah terorganisasi dengan baik.

Dalam bentuk karya sastra, Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca mengisahkan perjalanan Hayam Wuruk mengelilingi wilayah kekuasaan yang luas hingga luar Jawa. Kitab ini menjadi sumber penting untuk memahami cakupan pengaruh Majapahit di Asia Tenggara.

Selain itu, Sutasoma karya Mpu Tantular memuat frasa “Bhinneka Tunggal Ika” yang kini menjadi semboyan negara Indonesia. Nilai toleransi dan persatuan yang terkandung di dalamnya menunjukkan warisan pemikiran Majapahit yang relevan hingga masa kini.

Beragam peninggalan tersebut menegaskan bahwa kejayaan Majapahit bukan sekadar legenda, melainkan fakta sejarah yang dapat ditelusuri melalui bukti arkeologis dan literatur kuno. Keberadaannya menjadi pengingat pentingnya menjaga dan mempelajari warisan sejarah sebagai bagian dari identitas bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....