Ketua Dekranasda:Kopi Kabupaten Bandung menuju Pasar Dunia
- 01 Jul 2026 13:39 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bandung Emma Dety Permanawati menegaskan Monumen Kopi Kabupaten Bandung Mendunia. Itu agar tidak sekadar menjadi landmark baru, tetapi harus menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan sekaligus menggerakkan ekonomi kopi Kabupaten Bandung hingga semakin banyak menembus pasar internasional.
Sebagai Ketua Dekranasda, Emma meyakini keberhasilan industri kopi tidak hanya ditentukan oleh kualitas biji kopi. Tetapi itu juga ditopang pengolahan pascapanen, desain kemasan, inovasi produk, strategi pemasaran, hingga kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
"UMKM harus terus naik kelas. Produk lokal harus memiliki daya saing sehingga mampu membawa nama Kabupaten Bandung semakin mendunia," katanya, Selasa 30 Juni 2026.
Melalui konsep pentahelix, mengajak pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan komunitas kopi terus berkolaborasi merawat semangat Bandung Mendunia melalui kopi. "Mari kita jaga monumen ini, kita rawat semangatnya, dan kita gaungkan terus keunikan cita rasa kopi Kabupaten Bandung ke seluruh penjuru dunia," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa mengatakan penyelenggaraan Bandung Bedas Coffee Trade Market 2026 sengaja menjadi bagian dari rangkaian peresmian monumen Kopi Kab. Bandung. Itu agar masyarakat tidak hanya melihat ikon kopi Kabupaten Bandung yang baru berdiri ini, tetapi juga mengenal produk kopi Kabupaten Bandung secara langsung.
"Kalau orang datang ke monumen tentu akan bertanya, kopinya mana? Nah, jawabannya ada di pameran ini. Di sini masyarakat bisa melihat cerita kopi Kabupaten Bandung dari hulu sampai hilir," kata Zeis.
Menurutnya, antusiasme komunitas kopi dalam menyiapkan pameran hanya dalam hitungan hari menunjukkan industri kopi Kabupaten Bandung berkembang sangat dinamis dan memiliki potensi besar menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif daerah. Ia berharap kawasan Monumen Kopi ke depan berkembang menjadi destinasi wisata tematik yang dilengkapi ruang promosi UMKM, kafe, serta pusat oleh-oleh berbasis kopi sehingga mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Kabupaten Bandung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....