Garut Miliki Tiga Potensi Lokasi Panas Bumi
- 12 Mei 2026 08:56 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan berdasarkan hasil kajian, ada tiga lokasi potensi panas bumi di Kabupaten Garut, Jawa Barat yang bisa dikembangkan untuk menghasilkan tenaga listrik ramah lingkungan dan memberikan manfaat untuk daerah dari adanya dana bagi hasil (DBH). "Ketiga Potensi yang ada sekarang seperti Cisurupan, Kamojang, Karaha, itu juga potensial," katanya di Garut, Senin, 11 Mei 2026.
Ia mengatakan, Kabupaten Garut memiliki kekayaan sumber daya alam salah satunya terdapat panas bumi yang bisa dikembangkan membuat sumur baru di Kamojang dengan potensi kapasitas 55 mega watt, dan di Karaha yang saat ini sudah berjalan memiliki potensi dengan kapasitas 20 mega watt." Potensi panas bumi yang ada di garut ini merupakan slaah satu sumber daya alam yang bisa dikembangkan untuk membuat sumur baru,"ujarnya.
Selanjutnya rencana pengembangan jangka panjang untuk pemanfaatan potensi panas bumi di Garut, kata dia, yakni kawasan Papandayan, Kecamatan Cisurupan, namun lokasi tersebut saat ini masih dilakukan kajian studi pendahuluan.
"Pusat sudah menugaskan untuk melakukan studi pendahuluan mengenai potensi panas bumi di daerah Cisurupan, nah, tapi itu namanya studi pendahuluan, biasanya masih membutuhkan waktu yang relatif panjang," katanya.
Ia menyampaikan, Pemkab Garut selama ini terus intens mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen-ESDM) dan juga menemui langsung jajaran Dewan Energi Nasional (DEN) di Jakarta untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan potensi energi baru terbarukan (EBT) di wilayah Garut.
Upaya Pemkab Garut itu, kata dia, merupakan langkah awal untuk mengakselerasi pemanfaatan energi ramah lingkungan sebagai solusi menghadapi krisis energi di masa depan.
"Masalah energi yang dibutuhkan, dan itu kan salah satu energi yang murah," katanya.
Ia menyampaikan, saat ini pemerintah daerah fokus mendorong pemerintah pusat untuk pengembangan dalam jangka pendek yakni kawasan panas bumi di Kamojang. "Saya minta tolong cepat, dicepetin yang pembangunan itu di Kamojang, karena buat kami ini bisa mendukung pemerintah untuk mengurangi krisis energi, yang kedua juga untuk mendorong pertumbuhan PAD Garut," katanya.
Ia berharap, pemanfaatan panas bumi di Garut bisa berdampak pada peningkatan dana bagi hasil (DBH) untuk Kabupaten Garut yang akhirnya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah." Kami berharap pemanfaatan panas bumi di Garut bisa berdampak pada peningkatan dana bagi hasil (DBH) untuk Kabupaten Garut,"ujarnya.
Namun pemerintah daerah juga, kata dia, tidak hanya mendapatkan DBH, tapi berupaya bisa ikut terlibat berinvestasi dalam pengelolaan panas bumi di Garut.
"Kita mencoba, peluangnya bagaimana, kita ikut di situ, cuma mungkin tidak bisa keseluruhan, karena itu investasi yang besar ya," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....