Gapoktan : Faktor Cuaca Pengaruhi Harga Cabai

  • 19 Feb 2026 13:52 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut - Hampir 80 persen wilayah di Kabupaten Garut sebagai penghasil komoditi pertanian khususnya untuk produksi cabe merah rawit, dan cabe merah keriting. Bahkan, untuk sejumlah wilayah di Garut Utara dan Selatan saat ini sudah mulai memasuki panen raya, sehingga dipastikan harga cabe akan mengalami penurunan.

Ketua Gabungan Kelompok Tani Banyuresmi Garut Sumarna mengatakan, meski melimpah, namun harga cabe di Kabupaten Garut selalu mengalami kenaikan yang cukup tinggi, hal itu dikarenakan harga pasar cabe menginduk atau merujuk pada harga cabe yang dijual di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta dan Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang Banten."Kedua pasar induk terbesar tersebut sebagai penampung komoditi cabe dari berbagai daerah termasuk dari para petani lokal kabupaten Garut,"katanya, di Garut, Kamis, 19 Febuari 2026.

Ia mengatakan, alasan petani lokal menjual komoditi cabenya ke kedua pasar induk tersebut, karena di Pasar Induk Guntur Ciawitali Garut kapasitas kebutuhannya terbatas, sementara produksi cabe ditingkat petani melimpah."Kemampuan pasar lokal kita kapasitasnya terbatas, dan tidak mampu untuk menampung kapasitas produksi cabe yang dihasilkan petani yang jumlahnya mencapai puluhan ton dalam sekali panen,"katanya.

Ia menyampaikan, dalam sekali panen untuk cabe merah rawit bisa menghasilkan 5 ton, sementara untuk cabe merah dan cabe merah keriting itu bisa menembus 15 hingga 20 ton sekali panen."Stok produksinya melimpah, sehingga hanya pasar induk kramat jati, dan tanah tinggi yang mampu menampung hasil panen petani lokal,"ujarnya.

Ia mengatakan, selain itu ada beberapa faktor lain yang menyebabkan harga cabe di Garut selalu tinggi, diantaranya disebabkan oleh faktor iklim atau cuaca."Kalau di musim hujan tingkat kematangan cabai menjadi lambat sehingga hal itu berpengaruh pada kapasitas produksi.Petani hanya bisa seklai.oanen disaat musim hujan,"katanya.

Ia menyampaikan, berbeda.disaat musim panas atau kemarau petani bisa 3 kali panen dalam setahun, sehingga hal itu yang menyebabkan bisa menurunnya harga cabe dipasaran."Faktor cuaca ini sangat menentukan terhadap kapasitas produksi hasil bumi khususnya komoditi cabe ini,"tuturnya.

Ia mengatakan, biasanya harga harga cabe akan kembali turun setelah sepekan memasuki ramadan, san akan naik.kembaki di sepekan menjelang idul fitri."Untuk harga cabe ditingkat petani saat ini masih dikisaran antara 60 ribu hingga 65 ribu rupiah perkilogramnya, sementara produsen di pasar Guntur Garut menjual dengan harga 70 hingga 75 ribu rupiah perkilogramnya,"tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....