Pasar Cijerah Cerah Resmi Beroperasi jelang Ramadan

  • 15 Feb 2026 18:36 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, wajah baru Pasar Cijerah resmi hadir menyapa warga Kota Bandung. Mengusung konsep semi modern dengan fasilitas yang lebih tertata dan bersih, Pasar Cijerah Cerah kini siap memberikan pengalaman berbelanja yang lebih nyaman bagi masyarakat.

‎Peresmian operasional pasar yang berlokasi di kawasan Cijerah tersebut digelar pada Minggu, 15 Februari 2026. Hadir dalam kesempatan itu Direktur Utama Perumda Pasar Juara Pradana Aditya Wicaksana, Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung Rieke Suryaningsih, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bandung Siti Marfuah, Anggota Komisi II Asep Robin, serta Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bandung TB Agus Mulyadi.

‎Direktur Utama Perumda Pasar Juara, Pradana Aditya Wicaksana, mengatakan para pedagang menyambut antusias pembukaan kembali pasar yang telah direvitalisasi tersebut. Terlebih, operasional pasar dimulai menjelang Ramadan, momentum di mana aktivitas jual beli biasanya meningkat signifikan.

‎“Alhamdulillah revitalisasi ini selesai lebih cepat dari target. Semula direncanakan satu tahun, namun bisa terealisasi dalam waktu delapan bulan. Sekarang para pedagang sudah dapat berdagang dengan nyaman di Pasar Cijerah,” ujar Aditya, minggu 15 Februari 2026.


‎Pasar Cijerah Cerah dibangun dua lantai dengan kapasitas sekitar 350 kios yang memiliki ukuran variatif. Komoditas yang dijual didominasi kebutuhan pokok seperti sayuran, daging, dan bahan pangan lainnya. Selain itu, pasar ini dilengkapi fasilitas MCK yang bersih dan rapi, area parkir kendaraan di lantai satu dan dua, serta tata lorong yang lebih lapang sesuai standar.

‎Tak hanya dari sisi fisik bangunan, pengelolaan sampah di Pasar Cijerah juga menjadi perhatian khusus. Aditya menjelaskan, pengolahan sampah dilakukan secara mandiri dan tidak bercampur dengan sampah rumah tangga warga sekitar.

‎“Biasanya di wilayah pasar ada beberapa kecamatan yang menitipkan sampah. Di sini tidak. Sampah dikhususkan dari aktivitas pasar dan sudah ada sistem pengolahan mandiri,” jelasnya.

‎Revitalisasi Pasar Cijerah melibatkan kerja sama dengan pihak ketiga melalui skema Build Operate Transfer (BOT) atau Kerja Sama Operasi (KSO) dengan nilai investasi sekitar Rp20 miliar. Dalam skema tersebut, mitra akan mengelola pasar selama 20 tahun sebelum diserahkan kembali.

‎Usai Pasar Cijerah, Perumda Pasar Juara menargetkan revitalisasi pasar lain di Kota Bandung. Saat ini, proses perbaikan Pasar Ciroyom tengah berjalan dan Pasar Cihaurgeulis juga direncanakan segera menyusul.


‎Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung, Rieke Suryaningsih, berharap kerja sama pengelolaan dengan pihak ketiga dapat berjalan baik dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Ia menekankan pentingnya evaluasi sejak awal agar kelemahan yang terjadi di pasar lain tidak terulang.

‎“Mudah-mudahan tidak terjadi masalah seperti di tempat lain. Pasar Cijerah ini bisa menjadi percontohan pengelolaan pasar yang baik di Kota Bandung,” ujarnya.

‎Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bandung, Siti Marfuah. Ia berharap Pasar Cijerah Cerah dapat menginspirasi pembenahan 37 pasar lainnya di Kota Bandung dan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

‎Anggota Komisi II DPRD Kota Bandung, Asep Robin, menilai peresmian Pasar Cijerah Cerah menjadi embrio peningkatan pelayanan Perumda Pasar Juara kepada masyarakat. Dengan kondisi pasar yang lebih bersih dan tertata, ia optimistis daya beli masyarakat akan meningkat.

‎“Ini bentuk percontohan yang luar biasa. Pasarnya baik, bersih, dan insyaallah bisa meningkatkan PAD Kota Bandung,” ungkapnya.


‎Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bandung, TB Agus Mulyadi, menambahkan revitalisasi Pasar Cijerah telah sesuai dengan program dan arahan pimpinan daerah agar seluruh pasar memenuhi standar nasional. Ia menekankan pentingnya fasilitas pelayanan, ruang laktasi, toilet bersih, pengelolaan sampah yang layak, hingga lebar lorong sesuai standar SNI.

‎“Mudah-mudahan pasar ini menjadi prototipe untuk 37 pasar lainnya di Kota Bandung,” katanya.

‎Di sisi lain, warga Margaasih, Linda, mengaku rutin berbelanja di Pasar Cijerah. Ia menilai meski harga beberapa komoditas sedikit lebih tinggi, kualitas bahan pangan yang dijual tergolong segar dan baik.

‎“Sekarang lebih bersih dan tempatnya bagus. Barangnya juga segar-segar, jadi lebih nyaman belanja di sini,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....