Libur Lebaran, Hunian Hotel di kota Bandung Diharapkan Naik Signifikan

  • 15 Feb 2026 18:28 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Sektor perhotelan di Kota Bandung menunjukkan tren positif memasuki awal tahun 2026. Meski data Februari masih berjalan dan belum dapat disimpulkan secara menyeluruh, pelaku usaha hotel tetap menaruh optimisme tinggi, terutama menghadapi momentum libur panjang Lebaran tahun ini.

‎Ketua Riung Priangan (Asosiasi Hotel Bintang 2–5 Kota Bandung dan Bandung Raya), Arief Bonafianto, mengungkapkan bahwa jika dibandingkan dengan Januari tahun sebelumnya, terdapat kenaikan tingkat hunian pada Januari 2026.

‎“Kalau dibandingkan Januari sebelumnya dengan Januari 2026, memang ada kenaikan. Untuk Februari ini masih pertengahan bulan, jadi belum bisa kita simpulkan secara penuh,” ujar Arief, Minggu 15 Februari 2026.

‎Ia menegaskan, para pelaku industri perhotelan tetap bersikap optimistis terhadap prospek ke depan. Menurutnya, Kota Bandung masih menjadi salah satu destinasi wisata favorit, khususnya saat musim liburan panjang.

‎“Kalau soal optimis, kita harus optimis. Bandung ini selalu menjadi tujuan wisata, terutama saat Lebaran, Natal, dan Tahun Baru,” katanya.


‎Arief menambahkan, keputusan pemerintah yang memperpanjang masa libur Lebaran 2026 hingga sekitar 14 hari atau hampir dua pekan menjadi peluang besar bagi sektor pariwisata dan perhotelan di Bandung dan sekitarnya.

‎Dengan durasi libur yang lebih panjang, wisatawan diperkirakan memiliki waktu lebih fleksibel untuk bepergian, termasuk memilih Bandung sebagai destinasi utama untuk berlibur bersama keluarga.

‎“Kami optimistis tingkat hunian hotel di Kota Bandung akan meningkat signifikan,” tandasnya.

‎Ia juga menyebutkan, pihak hotel saat ini mulai melakukan berbagai persiapan, mulai dari peningkatan layanan, penyusunan paket menginap khusus Lebaran, hingga promosi kolaboratif dengan pelaku usaha pariwisata lainnya.

‎Arief menambahkan, sebagai salah satu kota tujuan wisata unggulan di Jawa Barat, Bandung memiliki beragam daya tarik, mulai dari wisata kuliner, belanja, alam, hingga destinasi keluarga. Kondisi tersebut dinilai menjadi faktor pendukung kuat dalam mendongkrak okupansi hotel selama periode libur panjang.

‎" Dengan tren awal tahun yang menunjukkan perbaikan dan dukungan momentum libur Lebaran yang lebih panjang, sektor perhotelan di Bandung berharap 2026 menjadi tahun kebangkitan yang lebih kuat bagi industri pariwisata daerah," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....