Dukungan OJK Jabar untuk Program GERTAKK Kabupaten Bandung

  • 22 Jan 2026 18:25 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung program Gerakan Tanam Kakao (GERTAKK) di Kabupaten Bandung. Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, menyampaikan bahwa dukungan ini diwujudkan melalui skema pembiayaan perbankan, khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang ditujukan untuk memperkuat ekosistem budidaya kakao sekaligus mendorong pengembangan ekonomi daerah.

Darwisman menjelaskan, OJK bersama industri keuangan telah menyiapkan langkah strategis melalui tim percepatan akses keuangan daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Kami akan mendukung suksesnya program ekosistem budidaya kakao dengan skema pembiayaan kredit UMKM. Dalam waktu dekat, kami akan menggelar FGD di kantor BPKJ untuk merumuskan pola pembiayaan yang tepat,” ujarnya, Kamis 22 Januari 2026.

Menurutnya, budidaya kakao memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan. Dari proses persemaian hingga panen, tanaman kakao membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 3,5 tahun. Dalam masa tunggu tersebut, OJK mendorong adanya sistem tumpang sari dengan tanaman hortikultura atau komoditas lain yang lebih cepat panen.

“Dengan pola ini, petani tetap bisa memperoleh penghasilan untuk membayar angsuran pembiayaan perbankan sebelum kakao menghasilkan,” jelas Darwisman.

Baca juga:GERTAKK Hadir di Kabupaten Bandung, Begini Kata Zulhas

Selain itu, OJK menekankan pentingnya kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM. Program KUR dengan bunga 6 persen diharapkan menjadi terobosan yang mampu mengurangi ketergantungan masyarakat pada praktik pinjaman informal yang merugikan, seperti yang sering disebut Bank Emok.

“Kalau pemerintah daerah mampu memberikan subsidi tambahan, tentu akan lebih meringankan beban masyarakat,” tambahnya.

Darwisman juga menyinggung kondisi fiskal pemerintah yang tengah melakukan refocusing anggaran untuk program strategis nasional. Dalam situasi ini, dukungan perbankan menjadi solusi agar pembangunan perkebunan kakao tetap berjalan meski alokasi APBD terbatas. “Dengan dana perbankan, pembangunan bisa terus berlanjut tanpa harus bergantung penuh pada APBD,” tegasnya.

Program GERTAKK sendiri dinilai sebagai langkah inovatif dalam membangun perkebunan coklat yang berkelanjutan. Selain memperkuat ketahanan ekonomi lokal, program ini juga membuka peluang besar bagi masyarakat untuk menjadi bagian dari rantai industri kakao yang memiliki nilai tambah tinggi.

“Kalau dilakukan secara masif, budidaya kakao akan menjadi sumber penghasilan baru sekaligus memperkuat posisi Jawa Barat sebagai daerah penghasil komoditas unggulan,” kata Darwisman.

Dengan dukungan OJK dan perbankan, diharapkan program GERTAKK tidak hanya menjadi gerakan penanaman pohon coklat semata, tetapi juga menjadi ekosistem ekonomi yang terintegrasi. Mulai dari pembiayaan, pendampingan, hingga pemasaran produk kakao, semua pihak diharapkan bersinergi agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.

“Ini bukan hanya soal menanam, tetapi soal membangun masa depan ekonomi masyarakat Jawa Barat,” pungkas Kepala OJK Jawa Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....