GERTAKK Hadir di Kabupaten Bandung, Begini Kata Zulhas

  • 22 Jan 2026 18:21 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama OJK Jawa Barat dan Bupati Bandung, melakukan penanaman Pohon Kakao secara simbolis di Pondok Pesantren Al Mukhlis, Desa Nagrak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Kamis 22 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Gerakan Tanam Kakao, Kelapa dan Kopi (GERTAKK) yang dicanangkan oleh Menko Pangan untuk meningkatkan produktivitas komoditas unggulan pertanian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.

Zulhas mengatakan program GERTAKK bukan hanya sekadar gerakan penanaman tanaman, melainkan sebuah investasi strategis untuk masa depan pangan dan ekonomi nasional.

"Kakao, kopi, dan kelapa adalah komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi pasar yang luas, baik di dalam maupun luar negeri. Melalui Gertak, kami ingin menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem pertanian yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan," ujarnya.

Ia berharap penanaman Kakao di Kabupaten Bandung dapat menjadi contoh bagi daerah lain, sehingga secara bertahap Indonesia bisa menjadi salah satu negara penghasil kakao berkualitas tinggi di dunia. Sementara itu Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman menjelaskan, OJK bersama industri keuangan telah menyiapkan langkah strategis melalui tim percepatan akses keuangan daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Baca juga:DPRD Jabar Dorong Langkah Strategis Keberlanjutan BIJB Kertajati

“Kami akan mendukung suksesnya program ekosistem budidaya kakao dengan skema pembiayaan kredit UMKM. Dalam waktu dekat, kami akan menggelar FGD di kantor BPKJ untuk merumuskan pola pembiayaan yang tepat,” ujarnya

Program GERTAKK sendiri dinilai sebagai langkah inovatif dalam membangun perkebunan coklat yang berkelanjutan. Selain memperkuat ketahanan ekonomi lokal, program ini juga membuka peluang besar bagi masyarakat untuk menjadi bagian dari rantai industri kakao yang memiliki nilai tambah tinggi.

“Kalau dilakukan secara masif, budidaya kakao akan menjadi sumber penghasilan baru sekaligus memperkuat posisi Jawa Barat sebagai daerah penghasil komoditas unggulan,” kata Darwisman.

Dengan dukungan OJK dan perbankan, diharapkan program GERTAKK tidak hanya menjadi gerakan penanaman pohon coklat semata, tetapi juga menjadi ekosistem ekonomi yang terintegrasi. Mulai dari pembiayaan, pendampingan, hingga pemasaran produk kakao, semua pihak diharapkan bersinergi agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.

“Ini bukan hanya soal menanam, tetapi soal membangun masa depan ekonomi masyarakat Jawa Barat,” pungkas Kepala OJK Jawa Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....