Jadi Narasumber Pengajian Jihad Al manar Muhammadiyah, Ini yang Disampaikan Diky
- 04 Okt 2026 14:52 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya : Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra menjadi Narasumber dalam Pengajian Jihad Al manar PD Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, di Masjid Al Manar, Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya, Minggu 4 Oktober 2026. Pengajian
Pengajian ini mengambil tema "Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi mewujudkan Tasikmalaya yang Religius, Maju Berkelanjutan”. Forum ini dihadiri anggota DPRD, dan berbagai unsur PD Muhammadiyah.
Dalam pemaparannya Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra memaparkan harapan dan kendala dalam mewujudkan Tasikmalaya religius maju dan berkelanjutan.
Ia mengatakan, untuk harapan religius sendiri, lebih kepada nilai toleransi bisa semakin baik di Kota Tasikmalaya.
“Iya, untuk semua kegiatan, baik di pemerintahan dan masyarakat mengacu kepada etika, adab dan moral yang sesuai dengan apa yang diperintahkan Tuhan,” kata Diky.
Termasuk lanjut Dia, pemenuhan keimanan dan ketakwaan masyarakat terpenuhi dengan kenyamanan. Selain itu, kegiatan pembentukan karakter masyarakat beriman dan bertakwa berjalan sebagaimana mestinya.
“Meski begitu, kendala pasti ada terlebih kota tasik bisa dikatakan daerah yang menjadi titik kumpul wilayah lain. Sisi positif dan negatif akan masuk ke kota tasikmalaya bukan hanya dari orang kota tasikmalaya saja, namun bisa dari luar kota tasikmalaya,” kata Diky.
Maka dari itu lanjut Diky, selain regulasi yang tepat, pondasinya juga harus disiapkan sejak awal. Keberanian dan sinergitas dengan kabupaten kota di Priangan sangat dibutuhkan.
“Memang bukan hal yang mudah dan membutuhkan proses yang tidak mudah. Bahkan, seringkali terkesan ada pembiaran untuk hal- hal buruk. Namun, sesungguhnya pemkot terus putar otak mencari solusi terbaik,” ujarnya.
Sedangkan yang dimaksud dengan “Maju”, kata Diky, ke depan diharapkan bisa lahir pemeratan pembangunan, agar indeks Gini tidak terlalu jauh. Pembangunan kota diperlukan untuk memberi kesan resik, dan cantik, baik bagi tamu dan nyaman bagi warga Kota Tasikmalaya.
“Namun, dengan banyaknya wilayah yang masih bernuansa desa maka pembangunan di wilayah kelurahan pun harus berjalan,” ucapnya.
Sementara dalam mewujudkan itu semua tentunya tidak mudah. Apalagi kata dia, saat ini dihadapkan dengan kendala fiskal yang dihadapi nasional dan Kota Tasikmalaya.
“Ini tentunya harus dihadapi dengan kreativitas, inovasi, kerjasama serta kerja cerdas. Mungkin harus dibentuk timsus jalan- jalan pintar untuk membuka keran anggaran dari pusat dan provinsi, baik pemerintahannya maupun swasta,” ujarnya.
Selain itu langkah lain, seperti optimalisasi PAD dan pembuatan sumber PAD baru juga menjadi fokus yang harus ditempuh. “misalnya dibentuknya PDAM dan FGD yang terarah dengan para agnia lokal, agar ada beberapa hal yg dikolaborasikan antara pemkot dan masyarakat dalam memajukan perekonomian kota tasikmalaya,” katanya.
Sedangkan untuk berkelanjutan, Diky mengatakan, ini adalah bagaimana tetap mempertahankan pembangunan tanpa
menghilangkan kesempatan generasi mendatang dalam mengelola wilayah. “Contoh dulu tasik dikenal dengan gurame, mendong dan lainnya. Kini agak sulit karena adanya pembangunan yang tidak berkelanjutan. Pembangunan ini itu yang malah menutup jalan air misalnya,” kata Diky mengakhiri.
Sementara dalam kesempatan tersebut, Diky juga membuka ruang tanya jawab dengan jamaah yang hadir. Tanya jawab berlangsung hangat dan akrab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....