Tasikmalaya Didorong Jadi Pusat Ekosistem Media dan Kreator Priangan Timur
- 02 Okt 2026 22:45 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Tasikmalaya didorong menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekosistem media dan kreator di Priangan Timur. Gagasan tersebut mengemuka dalam Sharing Session bertajuk “Masa Depan Media & Ekonomi Kreatif di Era Kolaborasi” yang mempertemukan media, kreator, pelaku usaha, industri event, komunitas, dan brand.
Kegiatan yang digelar Gentra.id ini merupakan kolaborasi bersama Local Media Community dan IDN Times, dengan menghadirkan sejumlah praktisi dari berbagai sektor. Dalam kegiatan tersebut, Gentra.id juga memperkenalkan GenCreatorHub.com, platform yang dikembangkan untuk mempertemukan brand dengan kreator sekaligus membangun konektivitas yang lebih kuat dalam ekosistem industri kreatif.
CEO Gentra.id, Usama Ahmad Rizal, mengatakan Tasikmalaya memiliki potensi besar untuk menjadi titik temu media dan kreator di kawasan Priangan Timur. "Tasikmalaya memiliki banyak media, kreator, komunitas, dan pelaku usaha yang terus berkembang. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terhubung menjadi sebuah ekosistem,” kata Rizal, melalui keterangannya, Jumat, 2 Oktober 2026.
Menurutnya, ekosistem yang kuat akan membuka peluang lebih besar bagi pelaku industri lokal untuk terhubung dengan pasar nasional.“Kita ingin membangun koneksi dari daerah ke nasional. Kreator di Priangan Timur bisa mendapatkan akses yang lebih luas, sementara brand dan industri juga bisa mendapatkan akses terhadap potensi lokal yang ada di sini,” ujarnya.
Sementara itu, Senior Editor IDN Times Yogi Pasha menilai, perubahan perilaku audiens membuat industri media perlu terus beradaptasi.“Audiens sekarang mendapatkan informasi dari banyak sumber, bukan hanya media. Ada kreator, komunitas, media sosial, dan berbagai platform digital. Karena itu, media perlu terus beradaptasi dan mencari bentuk kolaborasi yang relevan dengan perubahan tersebut,” kata Yogi.
Menurutnya, media dan kreator memiliki kekuatan yang berbeda dan dapat saling melengkapi.“Media memiliki pengalaman dalam jurnalistik dan pengelolaan informasi, sementara kreator memiliki kedekatan dengan audiens dan komunitas. Ketika keduanya berkolaborasi, ada banyak kemungkinan format dan distribusi konten yang bisa dikembangkan,” katanya.
Founder Payung Entrepreneur Sukapura Asep Saepuloh, melihat ekosistem media dan kreator juga memiliki kaitan erat dengan perkembangan dunia usaha. Pelaku usaha membutuhkan komunikasi dan akses pasar, di sisi lain, media dan kreator memiliki kemampuan untuk membangun ,”awareness” serta menghubungkan produk dengan masyarakat.
“Ini merupakan ruang kolaborasi yang sangat terbuka,” ujarnya.
Ia menilai, Tasikmalaya memiliki modal sosial dan ekonomi yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor.“Kalau media, kreator, komunitas dan dunia usaha bisa saling terhubung, Tasikmalaya bisa memiliki ekosistem kreatif yang lebih kuat dan memberikan dampak bukan hanya untuk Tasikmalaya, tetapi juga Priangan Timur,” katanya.
Sementara itu, General Manager Harapanrakyat.com Subagja Hunara, menyoroti posisi media lokal di tengah perubahan lanskap digital. Menurutnya, media hari ini menghadapi perubahan yang sangat cepat, Audiens berubah, platform berubah, dan cara orang mengonsumsi informasi juga berubah.
“Media harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip jurnalistik,” ujar Subagja.
Ia melanjutkan, media lokal memiliki keunggulan dari sisi kedekatan dengan masyarakat dan isu daerah. Namun, meski demikian media lokal juga dihadapkan dengan tantangan, yakni bagaimana kekuatan lokal bisa dikembangkan dan dikoneksikan dengan ekosistem yang lebih luas.
“ kolaborasi dengan kreator dapat menjadi salah satu peluang pengembangan media di era digital,” ujarnya.
Sedangkan, Sekjen DPP Industri Event Indonesia (IVENDO) Evan Saepul Rohman, mengatakan, industri kreatif pada dasarnya terdiri dari banyak sektor yang saling berhubungan. Event tidak berdiri sendiri, ada media, kreator, brand, venue, komunitas, UMKM, dan berbagai industri pendukung lainnya.
“Jadi kalau semuanya terhubung, nilai ekonomi dan dampak yang dihasilkan juga bisa semakin besar,” kata Evan.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi penting untuk membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan.“Kita tidak harus mengerjakan semuanya sendiri, justru kekuatan industri kreatif ada pada kemampuan untuk menggabungkan berbagai kompetensi menjadi satu kolaborasi,” katanya.
Sementara itu, Ova Nova, Pemengaruh Gen Creator Hub, mengatakan, perkembangan industri kreator membuat profesionalisme menjadi semakin penting."Kreator sekarang tidak cukup hanya memiliki followers, kreator perlu memahami kebutuhan brand, mampu membuat konten yang berkualitas, dan bekerja secara profesional,” ujar Ova.
Menurutnya, kreator juga membutuhkan akses yang lebih luas terhadap peluang kolaborasi. Brand membutuhkan kreator yang sesuai, sementara kreator membutuhkan akses terhadap peluang.
“Karena itu, keberadaan platform yang bisa mempertemukan keduanya menjadi penting,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....