Cegah Perundungan di Sekolah, Istri Wawalikota Tasikmalaya Gandeng NGO
- 01 Okt 2026 07:43 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Istri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rani Permayani berencana berkolaborasi dengan sejumlah organisasi non pemerintah (NGO) untuk mencegah perundungan di sekolah. Upaya ini dilakukan, menyusul kasus perundungan yang menimpa salah satu siswa SMAN 3 Kota Tasikmalaya.
Program kolaborasi tersebut akan menyasar pelajar SMP, dan SMA sederajat. Program yang disiapkan, salah satunya kajian interaktif dan Hipnoterapi untuk menggali persoalan yang dialami siswa yang sulit diungkapkan.
“Ada sejumlah NGO yang menghubungi saya. Mereka memiliki sejumlah program dalam penanganan kenakalan remaja, baik geng motor ataupun perundungan,” katanya, Rabu 30 September 2026.
Ia melanjutkan, program ini akan menyentuh langsung lingkungan sekolah. Pendekatan interaktif diperlukan, sehingga anak memiliki ruang dalam menyampaikan permasalahan yang dihadapi.
Rani menilai, anak terkadang sulit dalam menyampaikan persoalan yang dihadapi. Sehingga perlu pendekatan sesuai dengan karakter dan psikologis anak, dengan melibatkan tenaga ahli.
“Tenaga ahli mungkin akan jauh lebih mudah berkomunikasi dengan siswa. Terutama dalam persoalan yang dihadapi,” ujar Rani.
Ia juga mengapresiasi semua pihak yang bergerak cepat menangani kasus perundungan di SMA 3 Kota Tasikmalaya.”terima kasih sudah merespon cepat kasus ini. Saya berharap, ini menjadi momentum untuk memperkuat upaya pencegahan kenakalan remaja dan perundangan di sekolah - sekolah di kota Tasikmalaya,” ujarnya.
Sementara itu Kanit PPA Polres Tasikmalaya Kota Ipda Endang Kusmiran mengatakan, penanganan kasus ini terus berjalan. Pihaknya, telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
“ya, termasuk melakukan olah TKP dengan berkoordinasi dengan pihak sekolah. Dua hari ke depan, kami akan kembali memanggil saksi lainnya, yakni dari pihak sekolah dan saksi yang berada di lokasi kejadian yang melihat peristiwa itu,” katanya.
Pihak Kepolisian, sebelumnya juga telah melakukan sosialisasi kepada siswa di sejumlah sekolah. Sosialisasi disampaikan, untuk mengantisipasi kenakalan remaja.
“Iya ada wawasan tentang pandangan hukum, dan pencegahan terhadap kenakalan remaja,” ujarnya.
“Untuk SMAN 3 belum. Kemarin kami prioritaskan sekolah berada di wilayah pinggiran kota tasikmalaya. Mungkin setelah kejadian ini, sosialisasi akan digencarkan kembali. Kemarin kami berkolaborasi dengan PGM,” kata Endang menambahkan.
Sedangkan dalam kasus ini UPTD PPA Kota Tasikmalaya melakukan pendampingan. Mengingat, baik pelaku dan korban merupakan anak.
“Kami dari pemerintah hadir sebagai penengah kepentingan masyarakat dan pemenuhan hak anak,” kata Kepala UPTD PPA Kota Tasikmalaya Epi Mulyana.
“Kami hadir bukan untuk melihat siapa yang salah dan siapa yang benar. Jangan ada anggapan yang salah dibela,” ujarnya menambahkan.
Ia berharap, semua pihak dapat menenangkan diri. Sehingga penanganan kasus ini berjalan objektif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....