Nostalgia Komik Lawas Indonesia di Toko Buku Maranatha
- 18 Sep 2026 08:57 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Bagi sebagian orang, melihat komik lama bisa membawa ingatan ke masa yang sudah jauh lewat. Hal seperti itu bisa dirasakan ketika berkunjung ke Toko Buku Maranatha di Jalan Ibu Inggit Garnasih No.148-150A, Ciateul, Kota Bandung, tempat berbagai komik lawas masih tersimpan hingga sekarang.
Suasana di dalam tokonya pun terasa sederhana dan jauh dari kesan toko buku modern. Di antara lemari dan tumpukan buku, pengunjung bisa menemukan komik-komik lama dengan sampul yang mungkin pernah mereka lihat ketika masih kecil.
Nama-nama seperti R.A. Kosasih, Gundala, Godam, Laba-laba Merah, hingga cerita Mahabharata bisa saja memicu ingatan pengunjung pada kebiasaan lamanya. Ada yang dulu membeli komik dengan uang saku, ada pula yang menyimpannya sebagai koleksi dan membacanya berulang kali di rumah.
Kenangan itu salah satunya dirasakan oleh Arbain Rambey yang yang membagikan pengalamannya dahulu saat datang ke Maranatha ketika masih berkuliah di ITB. “Aduh, ini nostalgik banget, aku terakhir ke TB Maranatha saat kuliah di ITB, (dulu namanya) masih Jl. Ciateul,” ujarnya dalam Ulasan Google.
Ada pula pengunjung lainnya, yang bernama Son Sidharta, membagikan kenangan tentang komik-komik tersebut berkaitan dengan masa kecilnya bersama keluarga. “Jadi ingat lagi masa kecil, dulu komik-komik koleksi aku sampai dua koper kulit besar, mulai dari seri Gundala, Godam, Laba-laba Merah, juga komik silat Indonesia,” katanya. Son juga masih mengingat kebiasaan yang dibuat ayahnya saat itu. “Alm. bokap dulu mengijinkan aku untuk baca komik serial super heroes Indonesia dengan syarat kudu baca juga komik cerita wayang seri Mahabharata karya R.A. Kosasih,” ungkap Son. Dari komik-komik itulah, ia kemudian mengenal berbagai tokoh dan cerita wayang yang masih diingat hingga sekarang.
Di tengah kenangan para pengunjung tersebut, ada Erlina yang masih menjaga toko ini tetap berjalan. Pengguna Instagram @danielfahm yang pernah mampir ke Maranatha menceritakan pertemuannya dengan Erlina yang saat itu sudah berusia 80-an tahun dan masih duduk santai di tokonya sambil berbagi cerita tentang perjalanan Maranatha dan para komikus yang pernah berkarya di sana.
Erlina sebenarnya sudah pernah diminta anaknya untuk menutup toko tersebut. Namun, ia memilih tetap mempertahankannya karena Maranatha ingin dijadikannya sebagai aktivitas di hari tua. Mungkin bagi pengunjung, toko ini adalah tempat untuk mengingat masa kecil, tetapi bagi Erlina, Maranatha juga menjadi bagian dari hidup yang masih ingin ia jaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....