Pohon Langka di Jawa Barat, Kekayaan Alam yang Perlu Dijaga
- 14 Sep 2026 18:38 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Keberagaman flora khas Jawa Barat kini menghadapi ancaman kepunahan akibat menyempitnya kawasan hutan alam di wilayah pegunungan. Berbagai jenis tanaman endemik mulai sulit ditemukan di habitat aslinya dan memerlukan langkah konservasi yang nyata.
Pohon Ki Lemo (Litsea cubeba) menjadi salah satu flora langka pegunungan Sunda yang memiliki keunikan pada aroma daun dan buahnya. Tumbuhan penghasil minyak atsiri ini dahulu tumbuh subur di lereng-lereng gunung Jawa Barat yang sejuk.
Selain Ki Lemo, tanaman Saninten (Castanopsis argentea) juga mencatatkan penurunan populasi yang cukup signifikan di hutan tropis Jawa Barat. Pohon yang menghasilkan buah mirip kastanye ini dulunya menjadi pakan penting bagi fauna lokal serta penyeimbang ekosistem.
Bunga Patma Mekar (Rafflesia patma) juga terus mendapatkan perhatian khusus dari para peneliti lingkungan di wilayah Priangan. Spesies parasit langka ini membutuhkan inang spesifik dan kondisi lingkungan yang sangat terjaga untuk dapat tumbuh.
Alih fungsi lahan dan pembalakan liar ditengarai menjadi faktor utama yang mempercepat hilangnya keberadaan flora bernilai tinggi tersebut. Pembukaan kawasan hutan secara masif mengurangi ruang tumbuh alami bagi bibit-bibit tanaman langka ini.
Dinas Kehutanan Jawa Barat bersama lembaga konservasi terus menggalakkan program penyelamatan melalui pembibitan dan penanaman kembali. Langkah ini fokus dilakukan di area taman nasional serta hutan lindung yang masih memiliki rona lingkungan alami.
Edukasi kepada masyarakat lokal di sekitar kawasan hutan juga terus ditingkatkan agar partisipasi warga dalam menjaga flora endemik semakin kuat. Kesadaran bersama menjadi kunci utama untuk mencegah kepunahan keanekaragaman hayati yang dimiliki daerah ini.
Perlindungan terhadap tanaman langka Jawa Barat bukan sekadar menjaga kelestarian alam, melainkan juga mempertahankan warisan identitas ekologi bagi generasi mendatang. Komitmen berkelanjutan seluruh pihak sangat dibutuhkan agar tumbuhan khas Priangan ini tetap bertahan di habitat aslinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....