Buah Langka yang Kini Tak Lagi Mudah Ditemukan di Pasaran
- 14 Sep 2026 18:24 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan hayati melimpah, termasuk beragam jenis buah-buahan lokal. Namun, sejumlah buah langka kini semakin sulit ditemukan, bahkan sudah tidak lagi tersedia di pasar-pasar umum.
Salah satu penyebabnya adalah perubahan pola konsumsi masyarakat yang lebih memilih buah-buahan yang mudah dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Kondisi tersebut membuat beberapa jenis buah lokal perlahan kehilangan tempat dalam perdagangan modern.
Buah-buahan seperti menteng, kepel, dan bisbul menjadi contoh buah yang dahulu cukup dikenal di sejumlah daerah, tetapi kini keberadaannya semakin terbatas. Tidak banyak pedagang yang menjualnya secara rutin karena pasokan dari kebun masyarakat juga semakin berkurang.
Menteng, misalnya, memiliki rasa khas yang memadukan sensasi asam dan manis dengan daging buah yang relatif tipis. Buah yang dahulu mudah dijumpai di pasar tradisional ini kini lebih sering ditemukan dari pohon yang tumbuh di pekarangan atau kebun tertentu.
Ada pula buah kepel yang dikenal sebagai tanaman khas Jawa dan memiliki sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat. Buah ini dahulu dipercaya memiliki nilai budaya dan sering dikaitkan dengan lingkungan keraton, tetapi saat ini pohonnya semakin jarang ditemui.
Sementara itu, bisbul atau buah mentega memiliki bentuk dan tekstur yang cukup berbeda dari buah pada umumnya. Daging buahnya lembut dengan aroma khas, namun popularitasnya tidak mampu menandingi buah-buahan yang kini lebih dominan di pasar.
Kelangkaan buah lokal juga berkaitan dengan semakin sedikitnya lahan yang digunakan untuk menanam tanaman buah tradisional. Perubahan fungsi lahan membuat pohon-pohon yang sebelumnya tumbuh di kebun, halaman rumah, atau lahan kosong semakin berkurang.
Selain faktor lahan, regenerasi tanaman juga menjadi persoalan tersendiri karena tidak semua generasi muda mengenal buah-buahan tersebut. Ketika permintaan pasar menurun, masyarakat cenderung tidak lagi menanamnya sehingga keberadaan tanaman semakin terbatas.
Meski sudah tidak mudah ditemukan di pasaran, buah-buahan langka tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan kembali. Upaya pelestarian dapat dilakukan melalui penanaman kembali, pembibitan, pengenalan kepada generasi muda, serta pengembangan produk olahan berbasis buah lokal.
Keberadaan buah langka bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan hayati dan budaya Indonesia. Jika tidak dijaga sejak sekarang, bukan tidak mungkin sejumlah buah lokal hanya akan dikenal melalui cerita, dokumentasi, atau koleksi tanaman konservasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....