Mahasiswa Mendesak Penanganan Tegas Geng Motor di Tasikmalaya
- 09 Sep 2026 01:25 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Mahasiswa dan poros pelajar berunjuk rasa di depan Mapolres Tasikmalaya Kota, Selasa 8 September 2026. Mahasiswa mendesak Kepolisian agar menegakkan Kamtibmas usai aksi geng motor kembali terjadi di Kota Tasikmalaya.
Aksi yang semula berlangsung aman, menjadi memanas, karena ketegangan massa dengan aparat kepolisian. Hal ini dipicu setelah seorang oknum anggota polisi diduga mengacungkan jari tengah ke arah pengunjuk rasa.
Emosi pengunjuk rasa memuncak hingga mereka memanjat pagar dan berupaya menerobos barikade untuk mencari oknum polisi tersebut. Massa bahkan sempat menembus gerbang kedua Mapolres sebelum kembali tertahan barisan petugas yang berjaga.
Emosi massa akhirnya mereda, setelah Wakapolres Tasikmalaya Kota, Kompol Aulia Robby, turun tangan. Ia berjanji akan mengusut tuntas dugaan pelanggaran etika yang dilakukan anak buahnya.
“kami akan melakukan penyelidikan mengenai tuntutan dari adik-adik mahasiswa mengenai yang mengacungkan jari tengah. Kalau hasilnya tidak memuaskan, silakan laporkan ke Propam,” katanya di hadapan massa aksi.
Massa aksi, memberi tenggat waktu 1x 24 jam kepada Kepolisian, untuk mengusut tuntas hal ini.
Pimpinan IPNU Tasikmalaya, Fikri Nurfadila, mengecam tindakan represif dan gestur tidak pantas yang diduga dilakukan aparat. Ia menilai provokasi tersebut melibatkan lebih dari satu personel kepolisian.
“Bukan hanya di Polres saja, tetapi tindakan represif juga terjadi di gedung DPRD,” katanya.
“kami akan kembali menggelar aksi. Jika oknum tersebut tidak dihadirkan dan diselesaikan. Pelaporan ke Propam juga akan kami tempuh karena negara ini adalah negara hukum,” ujarnya.
Usai melakukan unjuk rasa di Polres Tasikmalaya Kota, massa aksi bergeser ke gedung DPRD. Massa menuntut hal yang sama untuk penyelesaian geng motor.
Dalam aksi di DPRD, massa meminta agar wali kota dihadirkan. Namun, karena kesibukan wali kota sulit dihubungi.
Mereka membuat 10 tuntutan dan ingin dihadirkan walikota . Karena kesibukan walikota yg saat itu sulit dihubungi, Kapolres mengambil inisiatif minta wakil walikota hadir karena sempat ada permintaan sebelumnya, kalau bukan walikota maka wakilnya atau sekda.
Meskipun Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra dihadirkan, massa aksi tetap meminta kehadiran Wali Kota Viman Alfarizi. Setelah melalui komunikasi Ketua DPRD, akhirnya Wali Kota Viman Alfarizi bisa hadir dan membuat kesepakatan bersama, dalam penanganan geng motor.
Usai kesepaham, massa aksi pun membubarkan diri. “Alhamdulillah, pak wali datang aksi pun bubar setelah maghrib ya,” ujarnya Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra.
Ia memahami keinginan pengunjuk rasa yang menginginkan kesepahaman ditandatangani wali kota. “Ya meskipun saya hadir, namun wakil itu bukan pemegang kebijakan. Kecuali mereka sepakat saya sekedar paraf dan selanjutnya.harus ada pertemuan lagi di wali kota selaku pemilik kewenangan,” ujar Diky.
Diky bersyukur, aksi unjuk rasa berakhir usai wali kota hadir. “Semoga jajaran bisa.melaksanakan tuntutan sesuai aturan yg berlaku. Dan Semoga ini menjadi awal yang baik untuk Kota Tasikmalaya,” kata Diky.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....