Api Kompor Gas Berubah Merah atau Oranye? Ini Penyebabnya
- 29 Agt 2026 21:34 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Pernah melihat api kompor gas berubah menjadi merah atau oranye saat memasak? Kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan karena bisa menandakan proses pembakaran yang kurang optimal.
Dikutip dari Nikoelektronic.com, warna api dapat menjadi salah satu indikator kondisi pembakaran kompor gas. Api biru umumnya menunjukkan pembakaran yang lebih optimal, sedangkan api merah atau oranye perlu diperiksa, terutama jika berlangsung terus-menerus.
Penyebab Api Kompor Gas Berubah Merah
Beberapa hal yang dapat menyebabkan
perubahan warna api antara lain:
Burner kotor, karena debu, minyak, atau sisa makanan dapat menyumbat lubang keluarnya gas.
Aliran gas tidak stabil, yang bisa berkaitan dengan kondisi regulator atau komponen lainnya.
| Baca juga: Lubang Biopori Solusi Banjir di Masa Kini |
Suplai udara terganggu, sehingga perbandingan gas dan udara untuk pembakaran tidak optimal.
Komponen kompor bermasalah, terutama jika api tetap tidak normal meski burner sudah dibersihkan.
Api yang tidak normal dapat membuat panas kompor kurang optimal sehingga masakan lebih lama matang dan penggunaan gas menjadi kurang efisien. Kondisi pembakaran yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan jelaga dan, dalam kondisi tertentu, meningkatkan risiko paparan karbon monoksida.
Karena itu, pengguna sebaiknya tidak hanya melihat warna api, tetapi juga memperhatikan adanya jelaga hitam, bau gas, suara mendesis, atau nyala api yang tidak stabil.
Cara Mengatasinya
Untuk menjaga api tetap stabil, bersihkan burner secara rutin dan pastikan lubang api tidak tersumbat. Periksa pula kondisi regulator, selang, serta sambungan gas dan pastikan dapur memiliki ventilasi yang cukup.
Jika api tetap merah atau oranye setelah dilakukan pemeriksaan sederhana, sebaiknya hentikan penggunaan dan minta bantuan teknisi untuk memastikan kompor dalam kondisi aman.
Versi ini sengaja menghilangkan bagian yang berulang dan klaim yang terlalu mutlak, sehingga lebih ringkas serta aman digunakan sebagai artikel informatif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....