Jangan Asal Simpan Helm, Ini Cara Merawatnya agar Tetap Nyaman dan Awet
- 26 Agt 2026 22:19 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Helm menjadi salah satu perlengkapan paling penting bagi pengendara sepeda motor karena berfungsi melindungi kepala dari risiko cedera ketika terjadi kecelakaan. Namun, selain cara menggunakan yang benar, pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan cara menyimpan dan merawat helm agar kualitas perlindungannya tetap terjaga.
Saat ini, helm tidak hanya dipandang sebagai perlengkapan keselamatan, tetapi juga bagian dari gaya berkendara. Beragam model tersedia di pasaran, mulai dari jenis half face hingga full face dengan fitur yang semakin beragam dan desain yang menyerupai helm pembalap profesional.
Meski demikian, masih banyak pemilik helm yang kurang memperhatikan tempat dan cara penyimpanannya setelah digunakan. Salah satu kebiasaan yang kerap dilakukan adalah menjemur helm langsung di bawah terik matahari dengan alasan untuk mengeringkan bagian dalam yang lembap akibat keringat.
| Baca juga: Cara Menyimpan Daging Ayam agar Tahan Lama |
Padahal, paparan sinar matahari secara langsung justru berpotensi mempercepat kerusakan sejumlah komponen helm. Kondisi tersebut terutama perlu dihindari pada bagian busa atau material pelindung di dalam helm yang dapat mengalami penurunan kualitas apabila terlalu sering terpapar panas.
Dikutip dari laman KabarOto, penyimpanan helm tidak harus dilakukan di tempat khusus selama lokasi tersebut memiliki sirkulasi udara yang baik. Helm juga sebaiknya ditempatkan di area yang terlindung dari sinar matahari langsung agar material di dalamnya tidak cepat mengalami kerusakan.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi helm sebelum disimpan. Setelah digunakan dalam perjalanan, sebaiknya helm diangin-anginkan terlebih dahulu agar kelembapan dan keringat yang menempel di bagian dalam dapat mengering secara alami.
Helm juga dapat disimpan di dalam lemari, tetapi ruang penyimpanannya harus tetap memiliki sirkulasi udara yang cukup. Untuk membantu menjaga kondisi udara tetap kering, pemilik dapat menggunakan lampu LED yang tidak menghasilkan panas berlebih atau menempatkan silica gel di dalam ruang penyimpanan.
“Boleh dikasih lampu LED, tujuan agar udara di dalam tempat penyimpanan kering. Atau dapat ditambahkan juga semacam silica gel di bagian dalamnya,” ujar Supervisor Motoritz, Herman Canopy.
Ketika bepergian, pemilik helm juga disarankan tidak langsung menutup visor setelah helm dilepas. Membuka visor dapat membantu memperlancar sirkulasi udara sehingga bagian dalam helm lebih cepat kering dari keringat maupun kelembapan.
“Saat di luar, helm bisa dibawa dan posisikan visor terbuka. Supaya keringat yang menempel atau lembap bisa kering,” jelas Herman.
Selain masalah kelembapan, helm juga sebaiknya tidak sembarangan digantung di sepeda motor dalam waktu lama. Kebiasaan tersebut bukan hanya meningkatkan risiko helm hilang atau dicuri, tetapi juga membuat helm lebih mudah terpapar panas matahari yang dapat mempercepat penurunan kualitas materialnya.
“Sebisa mungkin jangan digantung di motor dan terkena sinar matahari langsung. Selain lebih rentan pencurian, busa akan cepat getas,” katanya.
Merawat helm dengan cara yang tepat dapat membantu menjaga kenyamanan sekaligus memperpanjang masa pakainya. Karena itu, setelah berkendara sebaiknya helm tidak langsung disimpan dalam kondisi lembap dan jangan pula dijemur di bawah sinar matahari secara langsung.
Dengan penyimpanan yang benar, helm kesayangan tidak hanya tetap nyaman digunakan, tetapi juga dapat mempertahankan fungsi perlindungannya lebih lama. Jadi, jangan lagi menyimpan helm sembarangan setelah digunakan dan pastikan selalu dalam kondisi kering sebelum disimpan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....