Dorong Layanan Inklusif, Ratusan Pramuniaga Asia Plaza Belajar Bahasa Isyarat
- 04 Agt 2026 17:47 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Sedikitnya 300 karyawan Asia Plaza Kota Tasikmalaya, mendapatkan pemahaman bagaimana melayani disabilitas dengan baik. Para karyawan ini, mendapatkan pengetahuan bagaimana menggunakan bahasa isyarat dari Pegiat Disabilitas Tasikmalaya (Papeditas), di pusat perbelanjaan setempat.
Asia Plaza sendiri memiliki berbagai fasilitas bagi disabilitas, mulai dari akses bagi kursi roda, kursi roda, hingga toilet khusus disabilitas. Akan tetapi meski memiliki kelengkapan tersebut, kemampuan berkomunikasi dengan penyandang disabilitas masih minim.
Maka dari itu, Manajemen menggandeng Papeditas untuk mengedukasi karyawan akan bahasa isyarat. Dengan pemahaman inilah, diharapkan kemampuan berkomunikasi karyawan yang tidak hanya ramah, namun mampu berkomunikasi dengan semua orang tanpa kecuali, termasuk pengguna bahasa isyarat.
Chief HRD Mall Asia Plaza, Bonny Hastuti Yuniasih, mengatakan, sebagai pusat perbelanjaan modern tidak cukup hanya menghadirkan bangunan yang aksesibel. Pelayanan terbaik nya dari sisi manusianya juga harus inklusif.
" Tentunya kami harus memberikan layanan terbaik bagi seluruh pengunjung, termasuk kaum disabilitas. Secara fisik aksesibilitas di mall sudah memadai dengan tersedianya kursi roda, toilet disabilitas, hingga fasilitas bagi tuna daksa. Namun di balik itu, SDM kami seperti pramuniaga, kasir, Spg, Spb, maupun satuan pengamanan belum semuanya mahir menggunakan bahasa isyarat ketika melayani pengunjung berkebutuhan khusus. Ini menjadi komitmen Asia Plaza untuk menghadirkan ruang publik yang ramah dan mudah diakses," ujar Bonny, Selasa 4 Agustus 2026.
Ia mengatakan, untuk peningkatan kapasitas ini tentunya tidak dapat dilakukan dengan satu kali pelatihan. Apalagi, jumlah sumber daya manusia di Asia Plaza cukup besar.
"Karena SDM kami banyak sekali, edukasi ini akan dibagi dalam beberapa season agar seluruh karyawan bisa mengikuti pelatihan yang diberikan Papeditas. Insya Allah hari Kamis nanti kami lanjutkan dengan tim supermarket," katanya.
Sementara itu Operational Manager Mall Asia Plaza, Roni Apriliansyah yang hadir saat acara, menilai kualitas pelayanan kepada penyandang disabilitas harus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hak-hak kelompok rentan.
Menurutnya, pengunjung yang datang ke pusat perbelanjaan memiliki latar belakang yang beragam. Karena itu, setiap karyawan perlu dibekali kemampuan memahami kebutuhan pelanggan, termasuk mereka yang mengalami hambatan pendengaran maupun komunikasi.
Sedangkan, dihadapan ratusan peserta, para fasilitator Papeditas tidak hanya mengajarkan alfabet bahasa isyarat, tetapi juga etika sederhana saat berinteraksi dengan penyandang disabilitas. Mereka memperagakan cara menyapa, meminta izin sebelum membantu pengguna kursi roda, hingga pentingnya menjaga kontak mata ketika berkomunikasi dengan penyandang tuli.
Sementara itu Pembina Papeditas, Harniawan Obech, menyampaikan apresiasi kepada manajemen Asia Plaza yang membuka ruang kolaborasi bersama komunitas disabilitas. Menurutnya, langkah tersebut menjadi contoh nyata bahwa dunia usaha memiliki peran penting dalam menciptakan kota yang lebih ramah bagi semua warganya.
"Terima kasih kepada manajemen Asia Plaza atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepada Papeditas. Di Kota Tasikmalaya terdapat sekitar 2.200 penyandang disabilitas yang tentu memerlukan perhatian bersama. Ketika pusat perbelanjaan mulai membangun pelayanan yang inklusif, masyarakat penyandang disabilitas akan merasa lebih dihargai dan lebih percaya diri mengakses ruang publik," ujar Harniawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....