Dampak Rusaknya Irigasi Ciramajaya, Ratusan Hektar Sawah Tidak Terairi

  • 30 Apr 2026 19:30 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Irigasi Ciramajaya di Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Sebelumnya selama lebih dari satu dekade mengalami kekeringan.

Permasalahan Irigasi Ciramajaya sebenarnya telah berlangsung lama. Sejak tahun 2010, kawasan tersebut telah dipersiapkan menjadi lahan sawah produktif untuk mendukung ketahanan pangan. Namun hingga tahun 2026, hal itu tidak terwujud karena sistem irigasi tidak berfungsi.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi mengatakan, irigasi ini merupakan fasilitas negara yang dibiarkan terbengkalai. Meski pernah dijanjikan akan diperbaiki, namun hal itu tidak terwujud.

“Saya merasa malu kepada masyarakat. Janji harus ditepati. Harus ada tindakan nyata,” katanya, Kamis 30 April 2026.

Sejumlah permasalahan menjadi penyebab utama, di antaranya minimnya debit air dari hulu. Selain itu, banyak saluran yang membutuhkan normalisasi secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

“Karena tidak berfungsi dengan baik, 500 hektar lahan sawah tidak terairi,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya saat ini, tengah melakukan upaya koordinasi dan lobi kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi agar revitalisasi irigasi ini dapat segera direalisasikan. “Insya Allah pada tahun 2027 revitalisasi ini bisa terlaksana,” ucapnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Cibalanarik, Oos Basor, berharap, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, turut memberikan perhatian sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“ jangan hanya fokus pada pembangunan jalan. Sudah hampir 17 tahun warga tidak melihat air mengalir di irigasi ini,” katanya.

Sehingga sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat juga hidup dan produktif. “Saya yakin ketika ini difungsikan akan banyak manfaat yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....