Kenapa Kita Cepat Kenyang saat Buka Puasa? Ini Penjelasannya

  • 30 Apr 2026 18:47 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Bagi yang menjalani puasa, baik sunah maupun wajib, momen berbuka sering kali diawali dengan bayangan menyantap berbagai hidangan lezat. Mulai dari gorengan, kolak, es buah, hingga nasi dengan lauk favorit seolah sudah tersusun rapi di pikiran sejak siang hari.

Namun, realitasnya kerap berbeda dari ekspektasi. Saat azan magrib berkumandang dan waktu berbuka tiba, cukup dengan minum air dan satu atau dua kurma, perut justru sudah terasa penuh.

Fenomena ini berkaitan dengan kondisi tubuh selama berpuasa. Selama sekitar 12 hingga 14 jam, tubuh berada dalam kondisi penyesuaian atau “mode hemat energi”, di mana sistem pencernaan bekerja lebih lambat karena tidak ada asupan makanan.

Mengutip dari sumber seperti nibble.id, lambung tetap memproduksi asam, tetapi aktivitasnya cenderung lebih tenang. Kondisi ini membuat sistem pencernaan seolah berada dalam “mode lambat” setelah lama tidak digunakan secara aktif.

Ketika makanan pertama masuk saat berbuka, lambung langsung merespons. Namun karena sebelumnya kosong, jumlah makanan yang sedikit saja sudah cukup memberikan sensasi penuh pada perut.

Selain itu, perubahan kadar gula darah juga berperan penting. Saat puasa, gula darah cenderung menurun, lalu meningkat dengan cepat ketika mengonsumsi makanan manis seperti kurma atau minuman manis saat berbuka.

Kenaikan gula darah ini memicu sinyal ke otak bahwa tubuh telah mendapatkan energi. Akibatnya, rasa lapar cepat mereda, bahkan bisa hilang meski asupan makanan masih tergolong sedikit.

Secara sederhana, kondisi ini bisa dianalogikan seperti balon yang lama kempes lalu tiba-tiba diisi udara. Sedikit saja isi yang masuk sudah membuatnya terasa mengembang, sehingga sensasi kenyang muncul lebih cepat dibanding hari biasa.

Tidak hanya faktor fisik, aspek psikologis juga turut memengaruhi. Setelah seharian menahan lapar sambil membayangkan makanan, rasa puas saat akhirnya bisa berbuka turut memberikan efek kenyang secara mental.

Menariknya, rasa kenyang ini sering kali tidak bertahan lama. Beberapa jam setelah berbuka, terutama usai salat tarawih, rasa lapar bisa kembali muncul karena tubuh mulai mencerna makanan dan membutuhkan energi tambahan.

Dengan demikian, cepat kenyang saat berbuka puasa merupakan hal yang normal. Kondisi ini justru menjadi pengingat agar tidak berlebihan saat makan, sehingga tubuh dapat beradaptasi kembali dengan nyaman setelah berpuasa.

Pada akhirnya, berbuka puasa bukan soal mengonsumsi makanan dalam jumlah besar. Yang lebih penting adalah mengembalikan energi tubuh secara bertahap, agar tetap sehat dan tidak membebani sistem pencernaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....