Maman Yudia Berpulang, Duka Menyelimuti PDI Perjuangan Kabupaten Subang
- 11 Apr 2026 19:41 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang - Kabar duka menyelimuti dunia perpolitikan di Kabupaten Subang, khususnya di kalangan politisi PDI Perjuangan Kabupaten Subang. Mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang H. Maman Yudia S. Pd, M. Pd, meninggal dunia, Sabtu 11 April 2026.
Politis Senior Beni Rudiono mengatakan, almarhum merupakan figur sentral di panggung perpolitikan di Kabupaten Subang. Ditangan almarhum, PDI Perjuangan Kabupaten Subang, merengkuh puncak kejayaan dan kekuasaan mampu menguasai kursi legislatif.
Pada pemilu 2003 PDI Perjuangan benar-benar mencapai puncaknya. Tak hanya menguasai legislatif, tetapi juga menguasai eksekutif, dimana PDI Perjuangan menempatkan kadernya menduduki jabatan Ketua DPRD, dan juga Bupati dan Wakil Bupati.
"Kami tentu sangat kehilangan figur politisi senior, terutama bagi kalangan politisi PDI Perjuangan, atas meninggalnya Almarhum H. Maman Yudia. Beliau merupakan figur sentral perpolitikan Subang, pada masanya PDI Perjuangan menjadi salah satu penguasa di Kabupaten Subang," ucap Beny Rudiono kepada wartawan di Subang, Sabtu 11 April 2026.
Almarhum membangun partai berlambang banteng moncong putih, lanjut dia, berangkat dari profesi seorang guru. Almarhum rela meninggalkan statusnya sebagai PNS, demi membesarkan PDI Perjuangan Kabupaten Subang.
Sebelum masa reformasi yaitu pada tahun 1996 hingga awal reformasi 1999, Maman mulai berjuang membangun peta perpolitikan di Kabupaten Subang.
"Perjuangan yang sangat luar biasa, yang didedikasikan oleh Almarhum, hingga PDI Perjuangan di Kabupaten Subang, mendapatkan proporsi yang luar bisa di pemerintahan Kabupaten Subang kala itu. Meski pada pemilu 202_ kemarin PDI Perjuangan harus rela menduduki posisi kedua setelah Partai Golongan Karya," terangnya.
Almarhum juga kata Beny, merupakan guru politik senior PDI Perjuangan bagi para kadernya di Kabupaten Subang. Selain sosoknya yang tegas, juga menjadi panutan bagi seluruh kader Partai berlambang Banteng bermoncong putih Kabupaten Subang.
"Almarhum selain dijadikan guru politik oleh seluruh kader PDI Perjuangan Kabupaten Subang, juga sosoknya yang tegas, sehingga dijadikan mentor oleh seluruh kader," tutur dia.
Sementara itu, Beny juga mengenang pertemuan terakhirnya pada saat Lebaran. Ia sempat menemui, sekaligus menengok ke kediaman almarhum di Paseh Ranggawulung Subang.
Almarhum saat itu dikabarkan sedang sakit parah. Dirinya bersama sejumlah tokoh dan kader PDI Perjuangan Kabupaten Subang, termasuk anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari.
"Saat itu almarhum kelihatan sudah pasrah akan penyakitnya, namun kami bersama tokoh dan kader PDI Perjuangan Kabupaten Subang, termasuk Teh Ineu, terus memberikan suport agar beliau melawan penyakitnya, agar mempercepat kesembuhan dari penyakit yang dideritanya," kenangnya.
Untuk diketahui, almarhum menderita penyakit komplikasi, yang dideritanya sejak beberapa tahun lalu. Salah satunya kelenjar getah bening, yang harus di operasi. Namun akhirnya almarhum tidak sanggup melawan penyakit yang diidapnya itu.
"Selamat jalan senior, dan sahabat, semoga amal Ibadajnya di Terima Alloh SWT, dan husnul khotimah, Aamiin YRA," tutup Beny.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....