Dari Kolonial ke Kemerdekaan, Kisah Gedung Kantor Pusat PTT Bandung
- 06 Apr 2026 14:39 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID,Bandung: Gedung kantor pusat pos,telegraf dan telepon (PTT) yang terletak dijalan Cilaki No 73 Bandung, merupakan salah satu bangunan bersejarah yang memiliki nilai penting dalam perkembangan komunikasi di Indonesia. Berada di sayap timur Gedung Sate,Ikon kota Bandung, gedung ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan pos, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah bangsa sejak masa kolonial hingga kemerdekaan.
Pembangunan gedung ini dimulai pada masa pemerintahan Hindia Belanda, tepatnya pada tanggal 1 Juli 1920. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Johanna Catherinne Coops, putri walikota Bandung saat itu, bersama perwakilan pemerintahan kolonial Belanda . Gedung ini merupakan bagian dari kompleks besar pemerintahan kolonial yang dikenal sebagai Gouvernements Bedrijven (GB), yang dirancang untuk memindahkan pusat administrasi dari Batavia (Jakarta) ke Bandung. Setelah melalui proses pembangunan yang cukup panjang,gedung ini mulai digunakan sekitar tahun 1931 sebagi kantor pusat PTT.
Lalu dilanjut dengan arsitektural, gedung ini memiliki gaya khas kolonial Belanda yang kokoh dan fungsional. Letaknya yang berada di sayap timur Gedung Sate menjadikannya bagian integral dari kompleks pemerintahan yang dirancang secara terpadu. Bangunan ini memiliki luas sekitar 706 meter persegi dan membentuk sudut sekitar 45 derajat terhadap Gedung Sate, menciptakan komposisi visual yang unik dalam tata kota Bandung. Selain itu juga dikawasan bawah sayap Gedung ini juga pernah didirikan museum PTT pada tahun 1931, yang kini berkembang menjadi museum Pos Indonesia.
Gedung Kantor Pusat PTT memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan Indonesia. Pada tanggal 27 September 1945,gedung ini menjadi lokasi peristiwa heroik ketika para pemuda yang tergabung dalam angkatan Muda PTT (AMPTT) berhasil merebut gedung dari tangan penjajah Jepang. Peristiwa tersebut bahkan menjadi simbol penting dalam penguasaan sarana komunikasi nasional oleh bangsa Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan.
Lalu,tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai hari Bhakti Postel. Nama- nama para pejuang yang gugur dalam peristiwa tersebut diabadikan dalam sebuah monumen yang terletak disekitar gedung, sebagi bentuk penghormatan atas jasa mereka.
Saat ini gedung bersejarah ini masih digunakan dan menjadi bagian dari Kantor Pusat PT Pos Indonesia ( Persero). Selain itu, sebagian area gedung juga digunakan oleh PT.Telkom Indonesia, mencerminkan perkembangan sektor komunikasi dari masa ke masa. Meski telah mengalami berbagai perubahan fungsi,nilai historis dan arsitektural gedung ini tetap dipertahankan sebagai salah satu bangunan heritage di kota Bandung.
Jadi Gedung Pusat PTT dijalan Cilaki No 73 Bandung bukan sekedar bangunan administratif, tetapi juga merupakan simbol perjalanan sejarah komunikasi dan perjuangan bangsa Indonesia. Dari masa kolonial hingga era modern saat ini. Gedung ini tetap berdiri kokoh sebagai saksi bisu transformasi bangsa dalam mengelola sistem informasi dan komunikasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....