Villa Isola, Keajaiban Art Deco yang Menjadi jantung kampus UPI
- 06 Apr 2026 14:27 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID,Bandung: Jika anda melintasi jalan Setiabudi Bandung, sulit untuk melewatkan sebuah bangunan megah berwarna putih dengan desain melengkung yang ikonik.Itulah Villa Isola,gedung pusat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang bukan sekedar kantor rektorat, melainkan salah satu mahakraya arsitektur paling berpengaruh di Indonesia.
Simbol kemewahan Sang Raja Media.
Dibangun pada tahun 1933,gedung ini awalnya adalah rumah peristirahatan milik Dominique Willem Berrety, seorang taipan media pendiri kantor berita Aneta. Sang arsitek,C.P.Wolft Schoemaker, merancang gedung ini hanya dalam waktu singkat, namun dengan ketelitian luar biasa, nama ‘Isola “ sendiri diambil dari filosofi hidup Berrety,”M”Isolo dal Monto” yang berarti “saya mengasingkan diri dari dunia.”
Villa Isola dianggap sebagai puncak gaya Art Deco di Bandung. Ada beberapa hal yang membuatnya sangat istimewa.
Bentuk Aerodinamis : garis - garis melengkung yang tegas memberi kesan modern dan futuristik meski dibangun hampir satu abad lalu. Simetris sempurna : Jika ditarik garis lurus ditengah,sisi kiri dan kanan gedung ini adalah cermin satu sama lain. Orientasi alam : Sisi utama menghadap ke Gunung Tangkuban Parahu, sementara sisi selatan menyuguhkan pemandangan kota Bandung yang indah.
Dari Rumah Mewah Ke Markas Pejuang. Sejarah Isola tidak selalu tentang keindahan. Saat perang dunia II pecah,gedung ini beralih fungsi menjadi kediaman Jenderal Jepang. Setelah proklamasi kemerdekaan, gedung ini sempat menjadi saksi pertempuran sengit antara pejuang Indonesia melawan pasukan Sekutu yang ingin menguasai Bandung Utara.
Baru pada tahun 1945, lewat tangan dingin Mochamad Yamin, gedung ini diubah namanya menjadi Bumi Siliangi dan diresmikan sebagai gedung utama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG). Transformasi inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya UPI sebagai Universitas Pendidikan terkemuka di Indonesia.
Kini Villa Isola telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya. Meskipun area disekitarnya sudah dipenuhi gedung – gedung modern kampus,Isola tetap berdiri tegak mempertahankan keasliannya sebagai pengingat bahwa Bandung pernah dan masih menjadi laboratorium arsitektur dunia.
Bagi mahasiswa UPI atau warga Bandung, gedung ini lebih dari sekedar beton, ia adalah identitas, kebanggaan dan bukti sejarah yang terus hidup di tengah hiruk pikik aktivitas akademik.
( Eka Unpas )
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....