Ditengah Konflik Perang, Empat PMI Asal Subang Bekerja di Timur Tengah

  • 05 Apr 2026 13:16 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Di tengah konflik perang Iran-AS dan Israel, empat orang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Subang, diberangkatkan ke dua negara timur Tengah, untuk bekerja di perusahaan kontruksi di Negara Turki dan Arab Saudi, dan satu orang lagi bekerja sebagai waiters. Hal itu diungkapkan Pengantar Kerja Ahli Pratama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Abdul Subur kepada RRI di Subang, Minggu 5 April 2026.

Keempat PMI resmi itu, berangkat dari tanah air menuju negara tujuan kerja, pada periode Januari hingga Maret 2026. melalui KP2MI Dinas Tenaga Kerja di luar Kabupaten Subang. Ia menyebut, tiga orang diantaranya berangkat secara mandiri, dan satu orang lagi berangkat melalui KP2MI Disnaker di luar Kabupaten Subang.

"Mereka semua, tercatat sebagai warga Kabupaten Subang, tetapi semuanya proses pemberangkatannya dari luar Kabupaten Subang, dan kami baru bisa mengecek secara biografis, belum bisa mengecek secara data mereka secara individual," terang Abdul Subur.

Bagi keempat PMI asal Subang tersebut, lanjut dia, meski proses pemberangkatannya tidak melalui KP2MI Disnakertrans Kabupaten Subang, karena keempatnya melalui proses yang legal atau prosedural. Maka pemerintah menjamin perlindungan terhadap keempat PMI tersebut.

"Pemerintah sudah menjamin keselamatan mereka, dan akan mendapatkan perlindungan hukum dari pemerintah, karena mereka berangkat secara prosedural atau legal secara hukum," tegasnya.

Sementara itu menurutnya, berdasarkan informasi dari pihak keluarga keempat PMI tersebut, hingga saat ini selalu berkomunikasi. Hingga saat ini belum ada pengaduan dari pihak keluarga keempat PMI tersebut, terkait konflik di Timur Tengah saat ini.

"Baik dari pihak keluarga maupun, dari keempat PMI yang saat ini berada di Negara Turki dan Arab Saudi tersebut, belum ada pengaduan ke pihak pemerintah atau KJRI di kedua negara tempat keempatnya bekerja, terkait konflik perang Iran-AS dan Israel tersebut," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....