Tradisi Halal Bihalal dan Keutamaan Silaturahmi
- 29 Mar 2026 21:45 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung: Keutamaan silaturahmi menjadi pembahasan utama dalam program Mutiara Pagi RRI Bandung yang menekankan pentingnya menjaga hubungan antar sesama sebagai amalan yang berdampak besar dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
Melansir dalam siaran Pro 1 RRI Bandung yang disampaikan melalui program Mutiara Pagi RRI Bandung, tausiah mengenai silaturahmi disampaikan oleh K.H. Asep Anom, S.Ag., M.Sos yang menguraikan makna dan keutamaan silaturahmi berdasarkan hadis dan ajaran Islam.
Silaturahmi tidak sekadar membalas kebaikan dengan kebaikan, melainkan berbuat baik kepada orang yang berbuat kurang baik kepada kita. Hal tersebut menjadi esensi utama silaturahmi sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Bukhari, bahwa menyambung hubungan justru diuji saat menghadapi perlakuan yang tidak menyenangkan.
Selain itu, silaturahmi memiliki keutamaan besar, di antaranya menjadi salah satu amalan yang dapat mengantarkan seseorang menuju surga. Dalam hadis lain disebutkan bahwa selain ibadah, zakat, dan tauhid, menjaga silaturahmi menjadi kunci penting dalam meraih kebahagiaan akhirat.
Tidak hanya berdampak pada kehidupan akhirat, silaturahmi juga berpengaruh pada kehidupan dunia. Orang yang menjaga silaturahmi diyakini akan dilapangkan rezekinya serta diberikan umur yang penuh keberkahan. Hal ini dijelaskan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani bahwa makna panjang umur dalam hadis merupakan bentuk keberkahan hidup, bukan sekadar lamanya usia.
Sebaliknya, memutuskan silaturahmi termasuk perbuatan yang memiliki konsekuensi berat. Dalam ajaran Islam dijelaskan bahwa dosa akibat memutus hubungan kekerabatan dapat disegerakan balasannya di dunia sebelum di akhirat.
Dalam praktiknya, silaturahmi dapat dilakukan melalui berbagai cara, tidak terbatas pada pertemuan langsung. Perkembangan teknologi memungkinkan silaturahmi dilakukan melalui telepon atau video call, selama tetap menjaga niat untuk menyambung hubungan dan menanamkan kebaikan.
Tradisi halal bihalal yang berkembang di Indonesia juga menjadi salah satu bentuk silaturahmi yang bernilai positif. Meskipun tidak ditemukan pada masa Rasulullah, tradisi ini dinilai sebagai bentuk kearifan lokal yang tetap sejalan dengan ajaran Islam selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai syariat.
Dengan demikian, silaturahmi tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas sosial, tetapi juga sebagai ibadah yang mengandung nilai spiritual tinggi, yang mampu menghadirkan kedamaian, mempererat persaudaraan, serta membawa keberkahan dalam kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....