Voice Fest 2026 Memadukan Kompetisi Bahasa dan Seni

  • 09 Feb 2026 10:21 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Penerbit Erlangga kembali menghadirkan ajang kreativitas mahasiswa melalui The Voice Fest at Braga 2026 di Bandung pada 7-8 Februari 2026. Festival ini memadukan kompetisi bahasa dan seni pertunjukan yang diikuti mahasiswa dari 31 kampus se-Pulau Jawa, menampilkan kemampuan akademik sekaligus ekspresi artistik dalam satu panggung.

Hari kedua kegiatan menjadi puncak kompetisi dengan digelarnya babak final tiga kategori, yakni English Speech Competition, Netherlandse Toespraakwedstrijd (Pidato Bahasa Belanda), dan Choir Competition. Selain lomba, festival juga dimeriahkan pameran buku serta pertunjukan seni dari Gilang Ramadhan & Friends, Bandung Jazz Orchestra, dan Lalahuta yang memperkuat Braga sebagai ruang publik kreatif.

Penilaian lomba dilakukan oleh juri dari kalangan akademisi dan praktisi, di antaranya Buyung Alfian Noris Sudrajat dari British Council, Atin Novita Handayani (Kepala Cabang LIA Bandung), Septo Adi Kristanto dari Jakarta Youth Choir, Shahnaz Haque, Rina Slamet dari Erasmus Huis, serta Dr. Indira Ismail, M.A. dari Universitas Indonesia.

Buyung Alfian Noris Sudrajat menyatakan persaingan pada lomba pidato bahasa Inggris berlangsung ketat. Sepuluh finalis dari sembilan universitas di Pulau Jawa dipilih dari sekitar 800 peserta tahap kualifikasi awal. 

“Penilaian mencakup pengembangan materi, teknik penyampaian, serta penguasaan bahasa,” ujar Buyung, Minggu 8 Februari 2026.


Baca Juga: Erlangga Gelar The Voice Fest, Wadah Kreativitas Mahasiswa


Menurutnya, keseimbangan antara penguasaan materi dan kepercayaan diri menjadi faktor penentu. Finalis juga diwajibkan menyusun pidato baru berdasarkan tema yang ditentukan panitia dengan waktu persiapan terbatas.

Hal senada disampaikan juri lainnya, Dr. Lestari Manggong. Ia menilai kualitas peserta cukup merata, sehingga aspek delivery dan kepercayaan diri menjadi pembeda utama dalam penilaian. 

“Tema grand final meliputi isu sosial dan perkembangan teknologi, seperti media sosial, FOMO, buku, dan kecerdasan buatan,” ucapnya.

Sementara itu, juri lomba pidato bahasa Belanda Dr. Indira Ismail menilai kompetisi ini memiliki nilai strategis karena mampu menghimpun penutur bahasa Belanda dari berbagai kampus. 

“Peminat studi bahasa Belanda di Indonesia terus meningkat meski program studinya masih terbatas,” kata Indira.

Pada kategori paduan suara, PSM Swara Wadhana dari Universitas Negeri Yogyakarta meraih juara pertama. Perwakilan tim, Carissa Aeryn Christer, menyampaikan apresiasi atas kesempatan berkompetisi serta berharap ajang tersebut tetap menjadi ruang prestasi mahasiswa di masa mendatang.

“Sungguh luar biasa acara ini, terima kasih Erlangga sudah memberikan kesempatan kepada kami hingga akhirnya menjadi juara,” katanya.

Pengumuman pemenang grand final berlangsung di Gedung De Majestic Bandung. Berikut hasil akhir kompetisi:

Pidato Bahasa Inggris (English Speech Competition)

Juara I: Habibie Fauzan H (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

Juara II: Aulia Nadia Azizah (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)

Juara III: Francesco Sudibyo (Universitas Bina Nusantara Malang)

Pidato Bahasa Belanda (Netherlandse Toespraakwedstrijd)

Juara I: Angela Merici Retna P (Universitas Indonesia)

Juara II: Azka Siti Nur’azizah (Universitas Indonesia)

Juara III: Dinda Syaraya Fitri (Universitas Indonesia)

Paduan Suara (Choir Competition)

Juara I: PSM Swara Wadhana (Universitas Negeri Yogyakarta)

Juara II: PSM Gema Gita Bahana (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)

Juara III: Partere Voice (Universitas Pendidikan Indonesia)

Melalui penyelenggaraan Voice Fest 2026, Penerbit Erlangga menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan literasi, kemampuan bahasa, dan kreativitas mahasiswa melalui kompetisi yang kompetitif dan inklusif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....