Arus Balik di Terminal Leuwipanjang, Ribuan Penumpang Padati Keberangkatan

  • 24 Mar 2026 17:39 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Memasuki H+2 arus balik Lebaran 1447 Hijriah, aktivitas di Terminal Leuwipanjang mengalami lonjakan signifikan. Ribuan penumpang tercatat memadati terminal, baik untuk kedatangan maupun keberangkatan, dengan puncak arus balik diperkirakan terjadi sejak sehari sebelumnya.

‎Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat, mengungkapkan bahwa lonjakan arus balik mulai terlihat sejak H+1 Lebaran dan berlanjut hingga H+2.

‎“Untuk data kemarin, jumlah penumpang yang datang mencapai sekitar 5.968 orang, mayoritas berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, dan Depok. Kedatangan tersebut dilayani oleh sekitar 250 hingga 300 armada bus,” ujar Asep saat ditemui di kantornya, Selasa 24 Maret 2026.

‎Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat dari terminal tercatat sekitar 5.200 orang dengan dukungan 200 hingga 300 bus. Secara umum, arus kedatangan dan keberangkatan saat ini relatif berimbang, meskipun terjadi lonjakan cukup tinggi.


‎Asep menjelaskan, wilayah Bogor, Depok, dan Cibinong menjadi daerah asal kedatangan terbanyak. Di sisi lain, tujuan keberangkatan penumpang juga didominasi ke wilayah yang sama, menunjukkan mobilitas masyarakat yang tinggi pasca-Lebaran.

‎Ia menambahkan, puncak arus balik sebenarnya sudah terlihat sejak hari sebelumnya, sementara H+2 menjadi puncak terakhir karena sebagian masyarakat mulai kembali beraktivitas kerja pada hari berikutnya.

‎“Untuk beberapa kota tujuan seperti Semarang, Solo, dan Malang, tiket sudah habis terjual. Banyak penumpang memesan tiket secara online melalui agen travel maupun aplikasi seperti RedBus. Bahkan, penumpang yang datang langsung ke terminal banyak yang tidak mendapatkan tiket,” jelasnya.

‎Guna mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak terminal bersama perusahaan otobus (PO) melakukan penambahan armada cadangan. Setiap pengajuan armada tambahan terlebih dahulu melalui proses pemeriksaan administrasi dan kelayakan kendaraan sebelum diizinkan beroperasi.

‎Sebagai contoh, PO Sinar Jaya menambah dua unit armada untuk membantu mengakomodasi penumpang. Selain itu, penambahan armada juga dilakukan untuk sejumlah rute lain, termasuk tujuan Bali, meskipun sempat mengalami keterlambatan akibat kepadatan di jalur penyeberangan Gilimanuk.

‎Di sisi lain, Asep juga mengungkapkan sempat terjadi penumpukan penumpang pada H+1 dan H+2 Lebaran di wilayah Sukabumi. Kondisi ini dipicu kemacetan di sejumlah titik seperti Cipatat dan Padalarang, yang disebabkan oleh tingginya volume kendaraan besar seperti truk.

‎“Namun, kondisi tersebut dapat diatasi dengan penambahan armada, sehingga tidak ada penumpang yang terlantar,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....