Arus Balik H+2 Lebaran di Terminal Leuwipanjang Masih Tinggi

  • 24 Mar 2026 18:27 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Arus balik Lebaran H+2 di masih menunjukkan lonjakan signifikan. Tercatat, pada hari sebelumnya jumlah penumpang yang berangkat mencapai sekitar 6.000 hingga 7.000 orang. Sementara itu, jumlah kedatangan mulai mengalami penurunan, meski tetap dalam kondisi ramai.

‎Kepala Terminal Leuwipanjang, , mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru, jumlah penumpang yang datang mencapai sekitar 5.968 orang. Mayoritas penumpang berasal dari wilayah , , dan .

‎“Untuk kedatangan dilayani oleh sekitar 250 hingga 300 bus. Sementara untuk keberangkatan, jumlahnya sekitar 5.200 penumpang dengan dukungan 200 hingga 300 bus,” ujar Asep saat ditemui di kantornya, Selasa 24 Maret 2026.

‎Ia menjelaskan, wilayah Bogor, Depok, dan Cibinong menjadi daerah dengan jumlah kedatangan terbanyak. Di sisi lain, tujuan keberangkatan penumpang juga didominasi ke wilayah yang sama, sehingga arus datang dan berangkat saat ini relatif berimbang.


‎Menurut Asep, lonjakan arus balik sebenarnya sudah terlihat sejak H+1 Lebaran, dan H+2 menjadi puncak terakhir pergerakan penumpang. Hal ini seiring dengan akan dimulainya kembali aktivitas kerja bagi sebagian masyarakat.

‎“Lonjakan paling signifikan sudah terlihat sejak kemarin, dan hari ini menjadi puncak terakhir karena besok sebagian masyarakat sudah mulai kembali bekerja,” jelasnya.

‎Untuk sejumlah tujuan jarak jauh seperti , , dan , tiket dilaporkan telah habis terjual. Pemesanan tiket kini banyak dilakukan secara daring melalui agen perjalanan maupun aplikasi seperti , sehingga penumpang yang datang langsung ke terminal kerap tidak mendapatkan tiket.

‎Sebagai langkah antisipasi, pihak terminal bekerja sama dengan perusahaan otobus (PO) untuk menambah armada cadangan. Setiap penambahan armada harus melalui proses verifikasi administrasi dan kelayakan operasional sebelum diizinkan beroperasi.

‎“Beberapa PO sudah menambah armada bantuan, salah satunya yang menambah dua unit bus. Ada juga tambahan untuk rute lain seperti ke Bali, meskipun sempat mengalami keterlambatan akibat kondisi penyeberangan di Gilimanuk,” tambahnya.

‎Di sisi lain, sempat terjadi penumpukan penumpang pada H+1 dan H+2 Lebaran di wilayah . Kondisi ini dipicu kemacetan di jalur dan yang dipadati kendaraan besar seperti truk.

‎Meski demikian, situasi tersebut berhasil diatasi melalui penambahan armada, sehingga tidak ada penumpang yang terlantar.

‎Secara keseluruhan, arus balik di Terminal Leuwipanjang masih tergolong tinggi, dengan jumlah keberangkatan sekitar 5.200 penumpang. Namun, keseimbangan antara arus datang dan berangkat menunjukkan mobilitas masyarakat pasca-Lebaran tetap berjalan lancar dan terkendali.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....