Kasatlantas Polres Garut: Kendaraan Mulai Padat di Jalur Nasional

  • 17 Mar 2026 17:55 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut - Seiring dengan meningkatnya intensitas volume kendaraan arus mudik lebaran 1447 H disejumlah titik lokasi jalur mudik. Baik jalur nasional, provinsi dan kabupaten, aparat kepolisian Sat Lantas Polres Garut menerapkan berbagai pemetaan rekayasa lalu lintas, diantaranya dengan mengintensifkan oneway.

Jalur nasional Limbangan- Malangbong yang merupakan salah satu jalur utama penghubung arus kendaraan dari Bandung menuju Tasikmalaya, menjadi salah satu jalur prioritas dalam pengamanan arus mudik dan balik lebaran setiap tahunnya.

"Dalam sehari untuk jalur nasional limbangan ini, bisa mencapai 5 hingga 6 kali one way, tergantung dari tingkat kepadatannya,"kata Kasat Lantas Polres Garut, AKP. Lucky Martono, Selasa, 17 Maret 2026.

Ia mengatakan, penerapan sistem one way ini dilakukan secara situasional untuk mengurai kepadatan kendaraan yang meningkat di jalur tersebut. “Rekayasa lalu lintas ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mengantisipasi kepadatan kendaraan serta memastikan arus lalu lintas tetap berjalan lancar selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026,” ujarnya.

Adapun pelaksanaan sistem one way di jalur Limbangan dilakukan dalam beberapa tahap, yakni pada pukul 08.15 hingga 08.30 WIB dari arah Bandung menuju Tasikmalaya dengan titik pending di Polsek Limbangan selama 15 menit. "Kemudian kembali dilaksanakan pada pukul 10.50 hingga 11.15 WIB dari arah Bandung menuju Tasikmalaya dengan titik pending di Polsek Limbangan selama 25 menit,"ujarnya.

Selanjutnya, rekayasa lalu lintas juga diterapkan di Jalur Lewo pada pukul 11.20 hingga 11.40 WIB dari arah Bandung menuju Tasikmalaya dengan titik pending di sekitar SPBU Bandrek selama 20 menit."One way juga dilakukan dari arah Bandung menuju Tasikmalaya dengan titik pending di sekitar SPBU Bandrek,"katanya.

Ia mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap mematuhi arahan petugas di lapangan serta mengikuti pengaturan lalu lintas yang diberlakukan demi kelancaran dan keselamatan bersama.

"Dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, diharapkan arus kendaraan di jalur utama wilayah Garut dapat tetap terkendali sehingga perjalanan masyarakat, khususnya para pemudik, dapat berlangsung dengan aman dan nyaman," tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....