Kompensasi Kusir Andong, Gubernur: di Jabar Lebih Dari 5 Ribu Orang
- 14 Mar 2026 16:31 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik lebaran 1447 H Tahun 2026 di Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan kompensasi untuk pelaku angkutan tradisional seperti andong dan becak hingga sopir angkot yang beroperasi di jalur Nasional, Provinsi, maupun Kabupaten. Disela memberikan langsung kompensasi untuk para pekerja transportasi tradisional di Mapolres Garut, Sabtu, 14 Maret 2026, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, kebijakan tersebut selain untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, juga untuk menjaga pendapatan para pekerja transportasi tradisional yang terdampak pengaturan lalu lintas selama musim mudik.
Ia menyampaikan, berdasarkan hasil validasi pendataan ada sekitar 5 ribu orang lebih kusir andong, pengemudi becak dan pengemudi angkot di sejumlah daerah di Jawa Barat yang mendapatkan konvensasi.
"Jumlahnya sekitar lima ribu orang dengan nilai rata-rata Rp1,4 juta per orang, atau masing -masing mendapatkan 200 ribu rupiah dikali 7 hari. Dan uangnya juga sudah diberikan dan masuk ke rekening masing masing penerima,” ujar Dedi, di Garut.
Ia menyampaikan, distribusi penyaluran kompensasi tersebut dilakukan secara bertahap, ada yang sebelum lebaran ada juga pasca lebaran atau H+ lebaran.Skema ini dilakukan agar proses distribusi berjalan lebih tertib dan menjangkau seluruh penerima yang telah terdata.
“Nanti ada yang menerima sebelum Lebaran dan ada juga yang setelah Lebaran,” katanya.
Ia mengatakan, luasan wilayah penerima kompensasi tahun ini juga diperluas dibandingkan tahun sebelumnya. Beberapa daerah yang sebelumnya belum masuk dalam program kini sudah ikut mendapatkan manfaat. "Kota Bandung sebelumnya tidak termasuk dalam program karena persoalan sumber pembiayaan yang bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun pada tahun ini, beberapa wilayah tambahan sudah dimasukkan,"ujarnya.
Selain penyaluran kompensasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memastikan kesiapan infrastruktur menjelang arus mudik Lebaran. Dedi menyebut kondisi jalan provinsi di Jawa Barat secara umum sudah dalam keadaan baik.
“Jalur sudah siap. Jalan-jalan provinsi juga sudah bagus, penerangan aman, secara umum kondisinya baik,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah tetap akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Apabila ditemukan pelanggaran atau pihak yang tidak mematuhi ketentuan selama pengaturan lalu lintas mudik, pemerintah akan melakukan pemanggilan untuk evaluasi ke depan.
“Kalau ada hal yang tidak sesuai, nanti tahun depan akan kita panggil untuk evaluasi,” tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....