Inflasi Lampung Terendah di Sumatera

  • 07 Okt 2026 13:21 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Laju inflasi bulanan atau month to month (mtm) Provinsi Lampung pada September 2026 tercatat 0,14 persen. Angka tersebut melambat dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 0,23 persen dan berada di bawah inflasi nasional sebesar 0,30 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis 1 Oktober 2026, Lampung bersama Sumatera Utara mencatat inflasi bulanan terendah di Pulau Sumatera. Lampung juga masuk lima provinsi dengan inflasi bulanan terendah di Indonesia.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pengendalian harga perlu berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Harga kita jaga, penghasilan masyarakat kita kuatkan. Karena ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya angka ekonomi yang bagus, tetapi apakah masyarakat merasakan hidupnya semakin ringan dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata Mirza, Rabu 7 Oktober 2026.

Pemerintah Provinsi Lampung menjalankan sejumlah program untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat produktivitas masyarakat. Program tersebut antara lain Desaku Maju, bantuan dryer, pupuk hayati cair, serta penguatan sektor pertanian dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pemprov Lampung juga mempercepat pembangunan dan perbaikan 62 ruas jalan provinsi serta 24 jembatan. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

BPS Lampung mencatat perlambatan inflasi pada September turut ditopang penurunan harga sejumlah komoditas. Kondisi tersebut sejalan dengan catatan Bank Indonesia (BI) Lampung yang menunjukkan penurunan harga bawang merah, daging ayam ras, bawang putih, jagung manis, dan minyak goreng sepanjang September.

Harga bawang merah menurun seiring berlangsungnya panen di sejumlah sentra produksi lokal, antara lain Pringsewu, Pesawaran, dan Lampung Barat. Penurunan harga tersebut membantu menahan tekanan inflasi dari sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan.

Beberapa komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi September antara lain cabai merah sebesar 0,12 persen, beras 0,10 persen, cabai rawit 0,06 persen, dan tomat 0,02 persen.

BI memperkirakan inflasi Lampung tetap berada dalam sasaran 2,5±1 persen hingga akhir 2026. Untuk menjaga stabilitas harga, Pemprov Lampung menyatakan akan melanjutkan koordinasi bersama pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, petani, dan masyarakat.

Namun, secara tahunan atau year on year (yoy), inflasi Lampung pada September 2026 tercatat 3,51 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,28 persen dan sedikit melampaui batas atas sasaran inflasi 3,5 persen.

BI mengingatkan sejumlah risiko yang dapat memengaruhi inflasi ke depan, termasuk fenomena El Nino yang berpotensi mendorong kenaikan harga gabah serta perkembangan harga sejumlah komoditas di pasar global.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....