BI Lampung: Inflasi September 2026 Terkendali 0,14% di tengah Dampak El Nino
- 02 Okt 2026 10:16 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Bank Indonesia mencatat laju inflasi Provinsi Lampung pada September 2026 tetap terkendali sebesar 0,14% (month-to-month/mtm). Angka tersebut melambat dibandingkan inflasi bulan Agustus yang berada pada tingkat 0,23% (mtm), meski sedikit di atas rata-rata tiga tahun terakhir sebesar 0,12% (mtm).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menyampaikan, secara tahunan, inflasi Lampung berada pada level 3,51% (year-on-year/yoy). Angka ini tercatat sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata inflasi nasional yang mencapai 3,28% (yoy).
Bimo menjelaskan, tekanan utama inflasi pada September 2026 didorong oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, khususnya komoditas cabai merah, beras, cabai rawit, dan tomat. Masing-masing komoditas menyumbang andil inflasi sebesar 0,12% (mtm), 0,10% (mtm), 0,06% (mtm), dan 0,02% (mtm).
"Peningkatan harga beras dipicu oleh penurunan produktivitas panen gadu akibat degradasi daya dukung lahan serta diperberat oleh intensitas puncak fenomena El-Nino," ujar Bimo Epyanto dalam keterangan yang diterima RRI, Jumat, 2 November 2026. Pasokan air irigasi di wilayah hulu yang terganggu akibat El Nino juga berimplikasi pada kenaikan harga komoditas hortikultura. Selain pangan, komoditas telepon seluler memberi andil inflasi 0,03% (mtm) akibat lonjakan harga komponen chip global dan apresiasi nilai tukar dolar AS.
Kendati demikian, laju inflasi berhasil tertahan oleh deflasi pada komoditas bawang merah (-0,09%), daging ayam ras (-0,06%), bawang putih (-0,03%), jagung manis (-0,02%), dan minyak goreng (-0,02%). Penurunan harga bawang merah terdorong oleh masuknya masa panen di sentra produksi Pringsewu, Pesawaran, dan Lampung Barat, sedangkan harga daging ayam ras melandai seiring diversifikasi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menghadapi sisa tahun 2026, BI memprakirakan inflasi Lampung berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% (yoy). "Bank Indonesia bersama TPID Provinsi Lampung terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui strategi 4K—Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif," tegas Bimo Epyanto. Langkah strategis mencakup optimalisasi operasi pasar SPHP, perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD), penyiapan Toko Inflasi, hingga pemanfaatan sistem peringatan dini berbasis teknologi e-Horti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....