BPS Lampung Dorong Peningkatan Literasi Statistik Masyarakat
- 04 Okt 2026 16:35 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mendorong peningkatan literasi statistik masyarakat agar data pembangunan dapat dipahami secara tepat. Pemahaman statistik dinilai penting karena angka yang disajikan BPS menggambarkan kecenderungan umum, sehingga tidak selalu mencerminkan kondisi setiap individu.
Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution mengatakan perbedaan antara data statistik dengan kondisi yang dirasakan masyarakat dapat terjadi karena statistik bersifat agregat. Menurutnya, indikator seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, dan inflasi perlu dipahami dalam konteks yang tepat agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru.
“Memahami statistik itu kecenderungan umum. Nah, kecenderungan umum lah yang memandu kita, istilahnya statistik itu memberikan arah,” kata Ahmadriswan, Minggu 4 Oktober 2026.
Ia mencontohkan pertumbuhan ekonomi yang tercatat tinggi tidak selalu membuat seluruh masyarakat merasakan perubahan yang sama dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut tidak berarti data dan pengalaman masyarakat saling bertentangan, tetapi menunjukkan perlunya pemahaman terhadap cara membaca statistik secara agregat.
Ahmadriswan menilai peningkatan literasi statistik perlu dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media. BPS dapat menjelaskan bagaimana data dihasilkan, sementara media memiliki peran menerjemahkan data tersebut menjadi informasi yang lebih mudah dipahami masyarakat.
Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap data juga berkaitan dengan bagaimana informasi pembangunan diterima dan dimaknai. Karena itu, BPS ingin membuka lebih banyak ruang komunikasi untuk menjelaskan proses pengumpulan data, makna indikator, serta penggunaannya dalam mendukung kebijakan.
Ahmadriswan mengatakan data yang berkualitas dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan arah pembangunan. Ia mencontohkan data kemiskinan yang menunjukkan penurunan sebagai gambaran arah pembangunan, sementara percepatan penurunannya membutuhkan kolaborasi berbagai pihak sesuai kondisi di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....